peternak sapi nyemplung jurang – Radar Kediri

NGANCAR – Terpeleset dan masuk jurang, Rabu sore (7/12) sekitar pukul 15.30 seorang pria paro baya ditemukan tewas di hutan. Diduga, Kromo, 80, warga Desa Sugihwaras, Ngancar terpeleset saat mengasah sabit miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah Perkebunan Margomulyo. Jenazah pria yang sehari-hari bekerja sebagai peternak sapi itu pertama kali ditemukan di dasar jurang oleh dua orang kerabat yang juga tetangganya. Mereka adalah Sajuri, 45, dan Sumadi, 61.

Sekitar satu jam sebelum kejadian, keduanya mendapat info jika Kromo belum pulang dari merumput. “Biasanya, korban ini berangkat pagi jam 07.00, pulangnya sekitar pukul 09.00,” ujar Kapolsek Ngancar AKP Hadi Purnomo melalui  Kasihumas Polsek Ngancar Bripka Bara Bramantya.

Khawatir terjadi apa-apa, keduanya pun menyusul  Kromo ke hutan. Setelah dilakukan pencarian selama sekitar satu jam, keduanya lalu menemukan Kromo dalam posisi terlentang. Tepatnya di bawah tebing tanah yang ada di tengah hutan. Terkejut, Sajuri dan Sumadi pun langsung bergegas menghampiri Kromo. “Namun saat dipanggil-panggil korban tidak merespon,” ujar Bara. Begitu dicek, ternyata Kromo pun sudah tidak bernyawa.

Kaget, keduanya pun langsung kembali ke pemukiman dan meminta pertolongan warga. Mendengar ada peristiwa tersebut, puluhan warga langsung berbondong-bondong menuju ke lokasi kejadian. “Sebagian dari warga ada yang melapor ke pihak kami sehingga kami pun langsung meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Bara.

Namun begitu, sebelumnya petugas telah berkoordinasi dengan pihak dokter Puskesmas Kecamatan Ngancar dan tim identifikasi Satreskrim Polres Kediri. “Setibanya di sana, petugas iden langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Dan di situ kami tidak menemukan adanya suatu keganjilan,” ujar Bara.

Sementara itu, dokter puskesmas pun turut melakukan visum luar terhadap tubuh Kromo. Dari situ, petugas pun tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan. Diduga, Kromo tewas setelah terperosok ke jurang saat sedang menajamkan sabit yang dia gunakan untuk merumput. “Kami juga menemukan sebuah sabit milik korban di sekitar lokasi kejadian,” ujar Bara. Sabit tersebut kemudian diaman bersama dengan sepasang sepatu karet sebagai barang bukti.

Usai dilakukan visum, jenazah Kromo langsung dipulangkan ke pihak keluarga utnuk dimakamkan. “Kami sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi jenazah korban ke atas jurang. Karena itu makan waktu lama,” ujar Bara.

(rk/rzl/die/JPR)

Source link