Pilgub Jateng – Radar Semarang

“Politik Identitas ini dianggap berbahaya karena bisa mengoyak sendi-sendi Bangsa Indonesia, maka kita harus bijak gunakan Medsos dalam politik,” terang Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata saat Rapat Koordinasi Partisipasi Masyarakat dalam Pilgub, pada Senin (19/2/2018).

Apalagi, dengan menyebarkan ujaran kebencian dan politisi SARA, maka dari itu perlu diredam. Hal ini guna mencegah terjadinya polarisasi masyarakat yang mengakibatkan ancaman bagi persatuan dan kesatauan Bangsa karena perbedaan pilihan.

“Kita harus meminimalisasi dan mencegah ujaran kebencian, malalui media apapun, media sosial pun di harapkan dalam pemeberitaanya harus memiliki etika berita, agar tidak menciderai Pilkada,” kata Agung Wisnu Barata.

Kepala KPU Kabupaten Batang Adi Pranoto mengatakan, saat ini dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah sudah pada masa kampanye, untuk mensuksekannya, KPU selalu berkoordinasi dan sosialisasi dengan instansi, organisasi masyarakat  agar partisipasi pemilih  dalam gelaran pemilu selalu ada peningkatan.

“Pada tahun lalu pada pilkada Batang tingkat partisipasi masyarakat mencapai 75 persen. Namun demikian pada pilgub ini saya berkeinginan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” terang Adi Pranoto.

Untuk peningkatan partisipasi pemilih lanjutnya, sosialisasi, berkoordinasi dan komunikasi terus dilakukan untuk berpartisipasi pada pilgub jateng. Dengan harapan semua masyarakat mendapatkan informasi mengenai pemilihan Gubernur  Jawa Tengah baik itu nomor urut pasangan calon, tahap-tahap pemilihan dan hari pemilihan suara.“Tahapan sosialisasi merupakan tahap yang paling panjang, sampai dengan sebelum hari pemilihan merupakan tahap sosialisasi,” lanjut Adhi.

Dijelaskan juga bahwa KPU telah melaksanakan coklit daftar pemilih yang sudah berakhir pada tanggal 18 Februari. Namun nanti pada saat pemilihan nanti ada masyarakat yang belum terdaftar menjadi anggota pemilih dapat melaporkan pada KPU Batang. 

(sm/naf/bas/JPR)