Pilkada Sampang, Jihad Menang, Tim Mantap Tak Teken – Radar Madura

Penolakan tanda tangan itu dilakukan setelah rekapitulasi selesai. Paslon nomor urut 1 Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad) unggul dengan memperoleh 257.121 suara atau 38,0438 persen. Disusul Mantap dengan 252.676 suara atau 37,3861 persen. Sementara paslon nomor urut 3 H Hisan-Abdullah Mansur (Hisbullah) meraih 166.059 atau 24,5702 persen dukungan.

Perolehan suara itu tidak jauh beda dengan hasil real count KPU sebelumnya. Selisih suara Jihad dan Mantap hanya sedikit. Sesuai hasil rekapitulasi suara, dua paslon itu hanya terpaut 4.445 suara.

Saksi Mantap melakukan protes pada sejumlah proses rekapitulasi. Mereka menilai ada kecurangan sehingga tidak menyetujui hasil rekapitulasi. Mereka kemudian meninggalkan ruangan sebelum rapat pleno ditutup.

Sekretaris Tim Pemenangan Mantap Mukhlis mengatakan, dasar tidak menandatangani hasil rekapitulasi dengan alasan adanya beberapa pelanggaran. Dugaan pelanggaran itu terjadi dalam proses penyelenggaraan pemilu dari tingkat desa sampai tingkat kecamatan. ”Seperti di Kecamatan Omben, Kedungdung, Torjun, Ketapang,” ungkapnya.

Pihaknya akan menempuh jalur sesuai prosedur. Salah satunya melayangkan keberatan kepada panwaslu. Jika tidak ada hasil, pihaknya akan melapor ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Menurut dia, selisih hasil rekapitulasi tipis dan adanya dugaan beberapa pelanggaran.

”Karena ini penyelenggaranya adalah KPU, kami melaporkan dulu ke panwaslu. Jika tidak ada respons, kami akan melaporkan kasus pelanggaran ke DKPP,” ucapnya.

Mukhlis menambahkan, pihaknya bisa melakukan gugatan. Sebab sesuai aturan, dengan selisih tipis di bawah satu persen berpeluang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya akan mengkaji dan mengumpulkan bukti pelanggaran.

”Pelanggaran yang paling masif banyaknya form C6 tidak tersalurkan. Termasuk adanya dugaan pemilih ganda,” ucapnya.

Moh. Salim selaku saksi Jihad mengatakan, hasil rekapitulasi sudah sesuai dengan penghitungan cepat timnya. Bahkan, tidak ada perbedaan dengan hasil real count yang dilakukan KPU. Suara dari tingkat PPK sampai rekapitulasi tingkat kabupaten tidak ada pergeseran. ”Kami menghargai keputusan saksi paslon lain. Sebab itu adalah hak masing-masing saksi,” ucapnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif mengatakan, proses rekapitulasi sudah sesuai prosedur. Jika ada saksi yang enggan membubuhkan tanda tangan tidak memengaruhi keabsahan hasil sidang pleno. ”Sudah saya sampaikan sejak awal kepada saksi. Meskipun ada saksi tidak menandatangani, tidak memengaruhi keabsahan hasil sidang,” tegasnya.

Pihaknya sudah menampung masukan dan saran saksi paslon Mantap. Khususnya terkait dugaan pelanggaran penyelenggara pilkada. Menurut dia, jika ada dugaan ketidaknetralan KPU, ada mekanisme yang bisa dilakukan. Dia berharap semua pihak patuh pada aturan.

(mr/fat/luq/bas/JPR)