pilwali kediri 2018 – Radar Kediri

KEDIRI KOTA – Cek kesehatan para kandidat pasangan calon (paslon) kepala daerah lebih kompleks tahun ini. Pasalnya, ada sejumlah tes yang wajib dilewati. Termasuk tes psikiatri maupun fisik. Ada pula tes urine dan pengecekan indikasi penggunaan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Memang lebih kompleks katanya, saya sendiri hanya memantau dari luar ruangan,” terang Suroto, sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

SERIUS: Komisioner KPU Kota Kediri memeriksa kelengkapan berkas para cawali dan cawawali di kantornya.

Pada hari Kamis lalu (11/1), menurutnya,tiga bakal pasangan calon wali kota (cawali) dan wakil wali kota (cawawali) dari Kota Kediri sudah standby di RSUD Dr Soetomo, Surabaya sejak pagi. Agenda di hari pertama cek kesehatan adalah tes psikiatri.

Petugas kesehatan rumah sakit milik Pemprov Jatim itu meminta masing-masing kandidat kepala daerah di Kota Tahu tersebut untuk menyelesaikan 500 butir soal.

“Dari Kota Kediri, rata-rata mereka bisa menyelesaikannya sampai pukul 14.00 WIB,” ungkap Suroto.

Mengingat masih padatnya agenda di hari kedua tes kesehatan, para cawali dan cawawali pun langsung meninggalkan area rumah sakit untuk beristirahat. Mereka baru datang kembali untuk menjalani rangkaian cek kesehatan pada hari Jumat (12/1). “Datang sejak pukul 07.30 WIB,” beber Suroto.

Meski sebelumnya tenaga mereka dikuras untuk mengerjakan soal dan wawancara, pada hari kedua para paslon pimpinan daerah itu terlihat tetap bersemangat. Mereka mengikuti rangkaian tes kesehatan dengan baik dan lancar.

“Ada pengecekan kesehatan secara lengkap dan menyeluruh saya tidak tahu kalau detailnya karena tidak boleh ikut mendampingi masuk ruangan,” tandas Suroto.

Setelah selesai, pasangan Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah (Abu-Ning Lik); Aizzudin dan Sudjono (Gus Aiz-Sudjono), dan Samsul Ashar-Teguh Juniadi (Samsul-Teguh) pun harus langsung menghadapi tahapan selanjutnya. Yakni psikotes digelar berikut wawancaranya yang dilakukan orang per orang.

“Itu juga nunggunya lama selesai sampai hampir pukul 21.00 WIB” urainya.

Makanya pelaksanaannya digabung dengan pengecekan urine oleh BNN. Ketika kandidat tidak sedang wawancara, mereka melakukan tes urine. Sehingga para pasangan calon tidak harus mengantre lagi ketika selesai wawancara.

“Semua rangkaian dilakukan serentak bersama dengan calon-calon lain yang mengadakan pilkada tahun ini. Termasuk kemarin bareng Gus Ipul (Saifullah Yusuf) dan Bu Khofifah (calon gubernur, Red),” papar Suroto kepada wartawan koran ini.

Apakah sempat ada insiden ketika prosesnya? Suroto menggeleng. Menurut dia, semuanya berjalan lancar, dan seluruh kandidat dalam kondisi prima. Pun jika mungkin ada yang memiliki riwayat sakit berat bisa jadi itu menjadi rahasia di antara paslon.

“Yang jelas kita (KPU Kota Kediri) akan tunggu hasil resminya dari RSUD Dr Soetomo pada tanggal 16 Januari nanti,” tegasnya.

Meski sedang dalam masa mulai kompetisi, menurut Suroto, setiap paslon sangat enjoy menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan tersebut. Mereka terlihat akrab satu sama lain. Termasuk Aizzudin yang macung dari dukungan PKB dan Teguh Juniadi yang maju dari PDIP.

“Meski mereka bukan orang Kediri, semuanya sama-sama akrab. Bahkan tadi malam (Jumat malam, Red), kita semua sempat ngopi bareng. Kekeluargaannya terasa,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

Source link