Pintu Air Bermasalah, Empat Hari Tergenang – Radar Kudus

Pada Senin (19/2) malam, Tim SAR Jepara meninjau lokasi. Terdapat 48 rumah terdampak genangan banjir. Ketinggiannya mencapai 30 sampai 70 sentimeter. Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, genangan tersebut mulai tidak terlihat. Beberapa warga membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengotori rumah mereka.

Salah satu warga setempat, Jumari, 58, mengungkapkan, genangan selama empat hari mengganggu aktivitas warga. Mereka juga kesulitan ketika memasak atau ketika tidur malam. Warga harus mengungsi ke rumah saudara atau tetangganya yang tidak terendam. “Kami sempat khawatir kalau genangan sejak empat hari lalu tidak surut. Mulai dini hari kemarin (Senin, Red) air berangsur surut. Pukul 07.00 air sudah tidak lagi menggenang,” tuturnya.

Desa Gedangan, Kecamatan Welahan, memang menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba. Sebab, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Demak tersebut berada di dataran yang lebih rendah dibandingkan dengan sungai Serang Welahan Drainase (SWD) 1 yang melintasi desa tersebut.

”Hampir setiap tahun menjadi langganan banjir. Kalau hujan kebanjiran dan kalau lagi kemarau kekeringan,” kata Kepala Desa Gedangan Jayus Santoso.

Banjir yang melanda wilayah tersebut, disebabkan bocornya pintu Sungai Borojamban yang menghubungkan sungai SWD 1. “Bila sungai SWD 1 meluap, secara otomatis, Sungai Borojamban tidak bisa membuang airnya ke SWD 1. Yang ada justru air SWD 1 masuk ke Borojamban, dan lalu airnya menggenangi rumah warga,” paparnya.

Karena kondisi itu, tak jarang puluhan warga yang terdampak banjir itu juga mendatangi balai desa untuk meminta perbaikan pintu air. Sudah ada upaya akan diperbaiki desa namun karena aset kabupaten, sehingga tidak dapat dilakukan.

 “Selama dua tahun perbaikan pintu sudah kami usulkan di Musrenbangcam. Tapi belum diakomodasi sampai sekarang. Pernah juga ditinjau bupati tapi masih belum ada perubahan,” keluhnya.

Terkait bantuan logisitk, pihaknya telah menerima bantuan pemenuhan dasar hidup dari BPBD Jepara, Dinas Sosial, dan relawan kemarin sore.

(ks/zen/war/top/JPR)