Polair Sita 806 Ekor Anak Lobster – Radar Banyuwangi

JawaPos.com – Satpolair membekuk kurir benur lobster dengan barang bukti 806 ekor anak lobster, kemarin. Tersangkanya adalah Miswat, warga Dusun Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Pria berusia 43 tahun itu ditangkap di jalan menuju  Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesenggaran, pukul 14.00, minggu lalu (14/1).

Awalnya polisi mendapatkan informasi dari masyarakat jika Miswat sering mengirim benur lobster ke pengepul di daerah Pesanggaran. Setelah mengantongi identitas pelaku, anggota Satpolair kemudian melakukan pengintaian dan menghadang pelaku saat mengirim benur lobster.

Pelaku seorang diri mengendarai sepeda motor Beijing warna hitam bernomor polisi (nopol) P 2624 EK. Saat ditangkap, barang bukti ditemukan berada di dalam jaket yang dipakai oleh pelaku. Miswat pun tidak dapat mengelak dan langsung dibawa menuju markas komando Satpolair Banyuwangi untuk proses lebih lanjut.

Wakapolres Banyuwangi Kompol Dony Setyawan Handaka mengatakan, pelaku sudah menjalankan profesi sebagai kurir dan nelayan penangkap benur lobster sejak dua tahun lalu. Dari tangan pelaku berhasil ditemukan barang bukti benur lobster sebanyak 806 ekor.

Rinciannya, 787 ekor benur lobster jenis pasir dan 19 ekor benur lobster jenis mutiara. Dengan perincian sebanyak 804 ekor masih dalam keadaan hidup dan dua ekor benur lobster dalam keadaan mati. ”Benur lobster rencananya akan dijual ke pengepul dan akan dipasarkan antarpulau. Benur juga akan dijual keluar negeri,” jelas Dony.

Dony menambahkan, untuk mengurangi kegiatan jual beli benur lobster, pihaknya sudah melakukan upaya represif dan preventif kepada nelayan seluruh perairan Banyuwangi dan berkoordinasi dengan Dinas perikanan dan kelautan Banyuwangi.

”Di dalam jaket pelaku ditemukan delapan plastik berisi benur lobster masing-masing di kemas ke dalam kantong kresek,” ungkap Dony.

Selain benur lobster, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang dikendarai pelaku, satu lembar kertas catatan jumlah benur lobster, satu buah jaket warna cokelat, dua buah ponsel, satu buah helm, dan uang tunai Rp 37.000.

Selanjutnya 804 ekor benur lobster tersebut dilepasliarkan di perairan Selat Bali belakang markas komando Satpolair Banyuwangi. Pelaku dikenakan pasal 88 dan atau pasal 92 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

”Kami masih mengembangkan apakah masih ada pelaku lainnya yang terlibat serta masih menindaklanjuti pengepul yang berlokasi tidak jauh dari tempat penangkapan,” tandas Dony.

Source link