Poli Jiwa dan Satpol PP Amankan Orgil – Radar Jember

Terakhir, ada empat orang yang berhasil diamankan. Namun, mereka tidak dibuang ke daerah lain, melainkan dirawat di Paviliun Seroja RSD Koesnadi untuk dirawat.

Dokter Spesialis jiwa RSD Koesnadi, dr Dewi Prisca Sembiring SpKj mengatakan, pihaknya melakukan operasi bersama Satpol PP. Prosedurnya, ketika ada ODGJ akan dibawa ke poli jiwa untuk diobati. Bagi yang bisa diobati dan ditanya alamatnya, selanjutnya akan dipulangkan oleh dinas sosial (Dinsos). “Jadi, ini misi bersih-bersih, mereka (ODGJ, Red) tidak di buang, namun dirawat,” jelasnya.

Terbaru, ada empat ODGJ yang berhasil diamankan. Satu dari Nangkaan, satu dari Grujugan, dan dua dari Maesan. Empat ODGJ ini kemudian dirawat. Ada dua yang sudah bisa ditanya alamatnya. Seorang dari Bondowoso dan seorang lagi dari Jember. Dua orang ini nanti akan dipulangkan oleh dinas sosial.

Sementara dua lainnya tidak bisa disembuhkan segera. Khusus untuk kasus ini, pihaknya berkoordinasi dengan provinsi. Sebab, di kabupaten tidak ada anggaran untuk perawatan ODGJ, hanya ada di provinsi. “Yang dua lagi rencananya dirujuk ke Menur, karena ditanggung provinsi,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Operasi Satpol PP Abdul Manan mengatakan, pihaknya bersemangat dalam operasi. Misinya adalah meminimalisasi ODGJ yang berkeliaran di jalan. Ke depan, pihaknya akan melakukan operasi bekerja sama dengan poli jiwa RSD Koesnadi. “Kami menyisir ke berbagai wilayah, dan jika ada, langsung kami amankan,” tegasnya. 

Berbicara ODGJ memang sangat miris. Sebab, dirinya pernah mendapati ODGJ itu kiriman dari luar kota. Ada yang pernah sembuh dan bercerita bahwa asalnya dari luar Bondowoso. Bisa sampai ke Bondowoso karena diturunkan Satpol PP daerah lain. “Akhirnya, jalan sampai ke Bondowoso, ini kan kasihan. Kalau kami tidak ingin seperti itu, makannya kami bekerja sama dengan rumah sakit dan dinas sosial,” tegasnya.

Dewi Prisca Sembiring menambahkan, selain ODGJ, pihaknya juga melakukan misi pembebasan orang dalam pasungan. Selama 2017, sudah ada puluhan orang dibebaskan. Misi ini adalah kerja sama dengan tim pembebas pasung, dinsos dan dinkes. “Karena ada pembebasan, saat ini banyak yang sudah terbuka. Terbaru, ada tujuh laporan tentang adanya orang dalam pasungan di Bondowoso, dan belum dibebaskan,” paparnya. Adanya keterbukaan itu mengindikasikan misi 2017 direspons positif oleh masyarakat. 

(jr/hud/sh/das/JPR)

Source link