polisi juga mengamankan uang tunai dua gelas kaca berisi bunga – Radar Banyuwangi

 Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, rupanya masih ada saja orang yang ingin meraup kekayaan dalam waktu singkat. Seperti yang dilakukan Waginah alias Retno, 46, warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

       Wanita paro baya itu berlagak seperti dukun dan mampu menggandakan uang dalam waktu singkat. Korban yang diperdayai adalah Wiyono,33 warga Dusun Tembelang, Desa Bareng, Kecamatan Kabat.

       Sang dukun mengaku memiliki keahlian dan sanggup menarik uang dari alam gaib. Ia juga mengaku mampu melipatgandakan uang mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah dalam waktu singkat. Bahkan, untuk memperdayai korbannya, sang dukun meyakinkan dengan praktik langsung di hadapan para korban dengan menarik logam warna kuning bentuk lempengan yang diduga adalah emas.

       Kasatreskrim AKP Sodik Efendi mengatakan, kasus penggandaan uang itu bermula saat korban bernama Wiyono dengan saksi Saiful Hidayat, 42, bertemu dengan pelaku di Gua Pawon, Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon. Pada saat itu Wiyono dan Saiful bertemu dengan Waginah untuk minta bantuan terkait handphone-nya yang hilang.

       Bermula dari pertemuan itulah keduanya tertarik dengan pengakuan Waginah sang dukun yang mengaku memiliki keahlian dan sanggup untuk menarik uang dari alam gaib. Bahkan, untuk meyakinkan calon korbannya itu, pelaku sempat mempraktikkan keahliannya tersebut menarik logam warna kuning bentuk lempengan dan bentuk telur yang diduga adalah emas dari alam gaib.

       Dari situlah korban percaya. Korban kemudian menyerahkan uang sebanyak Rp 8,5 juta untuk digandakan dan menarik emas batangan yang didapat dari alam gaib. Selanjutnya pada hari Senin (29/1), pelaku dengan korban bersama saksi Saiful, Samak Supriyadi, dan Ansori Brewok menginap di Hotel Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. ”Saat menginap di hotel itu, korban juga diminta menyerahkan uang lagi sebesar Rp 1,5 juta,” jelasnya.

       Saat itu, menurut pelaku ada orang yang mau membeli lempengan emas, yang telah ditariknya dari alam gaib tersebut, dan korban serta para saksi dijanjikan mendapatkan uang dengan total senilai Rp 2,7 miliar. Hingga Selasa (30/1), ditunggu sampai malam hari tidak kunjung datang pembeli yang dijanjikan oleh pelaku.

       Karena tidak kunjung mendapatkan hasil itulah, korban langsung sadar jika telah ditipu dan selanjutnya dilaporkan pada aparat kepolisian. ”Korban melapor dan langsung kita ringkus di kamar hotel malam itu juga beserta barang bukti sesaji, 21 lempengan berwarna emas, dan uang Rp 8,5 juta,” terangnya.

       Dari lokasi kejadian itu, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 1.650.000, dua gelas kaca berisi bunga, empat buah kuningan bentuk telur, 21 keping lempengan kuningan, satu bungkus kemenyan, satu bokor, dua bungkus rokok, satu pak dupa, dan satu buku tulis.

       Atas perbuatannya itu, polisi menjerat pelaku dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. ”Sudah kami amankan di Polres Banyuwangi dan sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

       Sebelumnya pada tahun 2016 lalu, Polres Banyuwangi juga pernah menangani kasus yang sama. Tiga orang pelaku juga berhasil diamankan atas perkara penipuan dan penggelapan dengan modus bisa menggandakan uang dari alam gaib tersebut. ”Kami imbau masyarakat tidak mudah percaya dengan aksi-aksi yang sama seperti ini. Mending, kerja yang halal dan berkah saja,” tandas Sodik Efendi.

(bw/ddy/aif/JPR)

Source link