Polisi Mulai Dalami Motif Ilmu Santet – Radar Bromo

MASIH DISELIDIKI: Petugas mengevakuasi jenazah Husen di sebuah ladang di Desa Benerwojo, Kamis (4/1) malam lalu.
(Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

KEJAYAN – Kasus pembunuhan di Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, hingga kini masih didalami kepolisian. Saat ini Korps Bhayangkara mulai mendalami motif pembunuhan, yang diduga lantaran terkait isu santet tersebut.

Kapolsek Kejayan AKP Sumaryanto mengatakan, pihaknya masih belum bisa mengungkap kasus itu. Hal itu disebabkan karena minimnya saksi dan juga alat bukti di lokasi. Namun, pihaknya berjani akan terus melakukan penyidikan terhadap yang dialami oleh korban bernama M Husen tersebut.

“Kami kesulitan untuk mengungkap kasusu ini. Sebab, warga sekitar tertutup semua. Sehingga keterangan yang kami miliki sangat minim,” terangnya saat dikonfirmasi Minggu lalu (6/1).

Ia menjelaskan, selain minimnya saksi dan juga alat bukti, kasus itu juga merupakan lantaran dendam. Sebab, M Husen, sendiri di daerah sekitar kampungnya memang terkenal tidak di sukai oleh warga. Hal itu lantaran korban di duga memiliki ilmu santet.

“Korban ini kan tidak di sukai oleh warga sekitar. Jadi untuk mengungkap kasus ini sangat sulit. Sampai sekarang saja yang mau memberikan keterangan hanya istrinya saja,” ujarnya.

Selain melakukan penyidikan, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap warga sekitar yag sakit. Bisa jadi dari sakit tersebut, mulai muncul isu santet. Hingga akhirnya berujung dendam terhadap korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, M Husen, warga Dusun Bener Kidul, Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan ditemukan meninggal bersimbah darah di sebuah ladang. Korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan oleh istrinya sendiri.

Korban ditemukan dengan luka bacok di bagian pundak sebelah kanan serta kepalnya di bungkus dengan kain warna hijau. Pihak kepolisian sendiri, melihat dari pada kondisi mayat korban menyimplakan bahwa korban pembunuhan.

(br/sid/fun/fun/JPR)

Source link