Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Gereja – Radar Kediri

Di Kecamatan Kras, tim gabungan mengamankan empat gereja yang menggelar kebaktian.  “Dimulai dari sterilisasi ruang-ruang gereja yang akan digunakan ibadah,” jelas Kasi Humas Polres Kras Aiptu Ari Santoso. Selain melakukan sterilisasi ruangan, petuga juga melakukan pemeriksaan barang bawaan jemaat.

Empat gereja yang dijaga itu adalah Gereja Baptis Indonesia(GBI) Ngadiredjo di Desa Jambean. Kemudian di gereja Pantekosta Tabernakel (SION) di Desa Kras, GKJW di Desa Purwodadi, dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) di Desa Kras.

Di GBI yang terdapat tiga puluh jemaah dijaga tiga orang anggota Polsek Kras, satu anggota koramil, dan satu perangkat Desa Jambean. Hal serupa terjadi di GKJW yang punya tujuh puluh jemaah.

Sedangkan di Geraja Pantekosta Tabernakel yang terdapat dua puluh jemaah, dijaga oleh tiga polisi. Jumlah petugas yang sama juga ditempatkan untuk menjaga rumah ibadah GPDI.

Hal serupa juga berlangsung di wilayah Kecamatan Papar. Di wilayah ini beberapa gereja mendapat pengamanan khusus pascabom Surabaya. Yaitu GKJW Pepanthan Desa Pehwetan dan Gereja Tribakti di Desa Minggiran. Sebelum melakukan pengamanan, aparat menggelar apel yang diikuti oleh tim gabungan dari Polsek Papar, Koramil Papar, PNS Kecamatan Papar, dan Banser. Setelah itu mereka melakukan patroli ke gereja-gereja yang dituju. “Penambahan keamanan gereja diberlakukan setelah ramai (serangan) teroris,” ujar Kasi Humas Polsek Papar Aiptu Siswanto.

Penjagaan juga berlangsung pada kebaktian pada sore hari. Khususnya di Gereja Katolik Santo Paulus. Gereja yang lokasinya di selatan Mapolsek Papar ini memang menggelar kebaktian pada sore hari.

Di Kota Kediri, pengamanan terlihat di Gereja Merah di Jalan KDP Slamet. Juga diawali dengan apel di halaman gereja. Dipimpin oleh Panitbimnas Polsek Mojoroto Ipda Ali Mashar. Pengamanan di gereja ini merupakan gabungan dari polisi, satpol PP, bintara pembina desa (babinsa), banser, dan panitia kebaktian dari gereja.

Petugas memeriksa dengan teliti satu per satu pengunjung gereja. Mulai barang bawaan hingga kendaraan para jemaat.

”Untuk pemeriksaan motor kami  buka kaca helmnya. Untuk mobil kami cek sopir dan jemaatnya. Bila sudah kenal bisa masuk,” ujar Imam, anggota Banser yang ikut melakukan penjagaan.

“Tidak ada hal-hal yang menonjol selama pemeriksaan terjadi,” pungkas Ipda Ali Mashar.

(rk/die/die/JPR)

Source link