Polisi Temukan Pengusaha Gunakan Gas Subsidi – Radar Kudus

 GEMBONG – Kelangkaan dan penyalahgunaan penggunaan elpiji ukuran tiga kilogram alias elpiji melon menjadikan pengawasan diperketat. Termasuk yang dilakukan petugas kepolisian Pati.

Pada inspeksi elpiji di sejumlah tempat, mendapati masih banyak usaha yang memanfaatkan elpiji itu. Itu dapat dilatari banyak faktor, mulai dari sosialisasi yang kurang atau bahkan kesengajaan.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kabag Ops Kompol Sundoyo menuturkan telah melaksanakan sidak di wilayah hukum polsek di Pati beberapa hari ini. Pada sidak itu, masih banyak ditemukan penggunaan elpiji di usaha besar seperti peternakan ayam, pembuatn jamur merang, dan rumah makan besar di Pati.

“Pada penggunaan elpiji melon di peternakan ayam itu banyak ditemukan di Gembong. Pengusaha peternakan ayam itu menggunakan elpiji melon untuk pemanas ayam. Sedangkan di warung makan juga menggunakan elpiji tersebut. Sedangkan di industri pembuatan jamur merang juga menggunakan elpiji melon,” ungkapnya.

Pada sidak itu juga sekaligus menghimbau kepada masyarakat terutama pengusaha menengah keatas supaya tidak menggunakan gas elpiji. Mereka harus beralih ke elpiji nonsubsisi. Terutama pengusaha yang rawan menggunakan gas elpiji bersubsidi.

Menurutnya, penggunaan elpiji melon itu sedianya diperuntukkan untuk warga miskin, industri menengah ke bawah dan nelayan miskin. Sementara itu untuk usaha menengah ke atas tidak diperbolehkan. Termasuk anggota kepolisian dan pegawai negeri sipil (PNS) dilarang keras menggunakan elpiji melon.

“Pengawasan elpiji secara intensif ini harus dilakukan. Sebab selama ini masih banyak disalahgunakan. Padahal sudah diatur pada peraturan oleh pemerintah tentang pengendalian penggunaan elpiji melon. Untuk itu kami memerintahkan untuk anggota melakukan sidak di berbagai daerah,” jelasnya.

(ks/put/him/top/JPR)