Polres Gerebek Gudang Miras dan Cukai Palsu – Radar Kudus

Pada penggerebekan itu turut hadir Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Wakapolres Pati Kompol Nyamin, dan Kasat Sabhara Polres Pati AKP Sugino beserta satu peleton pasukannya kemarin pukul 15.30-17.30. Maulana menuturkan, penggerebekan itu berasal dari operasi yang ditingkatkan dari sasaran miras petugas kepolisian.

“Pada penggerebekan itu kami menyita 36 lembar cukai palsu, 500 botol kosong, whisky 26 botol dan vodka 86 botol. Ratusan botol miras itu bermerk palsu. Pada penggerebekan itu polisi juga menemukan arak putih yang ditaruh di dalam puluhan botol,” ungkapnya kemarin.

Menurut Sugino kompoisisi pembuatan miras dari air, arak dan kopi pleng. Sehari rata-rata menjual sekitar 500 botol. Satu botol keuntungannya mencapai Rp 20 ribu. Sehari bisa untung Rp 10 hingga 15 juta.

Saat ini pihaknya masih menyelidikinya, bisa saja masih ada gudang lainnya yang menyimpan miras bermerk palsu. Berdasarkan keterangan pelaku, produksi miras bermerk palsu itu dilakukan sejak 2010 silam.

Pada produksi miras palsu itu, pelaku membeli botol bekas dari cafe lalu mengisinya dengan miras buatan sendiri dan dijual kembali dengan merek miras yang mahal. Bahkan, pelaku memasang cukai palsu pada botol miras untuk mengelabuhi konsumen. Cukai itu dicetak di kertas sesuai dengan cukai asli.

Sementara itu tersangka mengaku menjual miras mulai harga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Ia menjual miras lebih murah dari merk aslinya yang biasanya dijual dari Rp 45 ribu sampai Rp 65 ribu per botol. “Miras itu diedarkan di kawasan kafe di Pati dan Rembang,” imbuhnya.

Tersangka tersebut melanggar pasal 5 juncto (jo) 9 perda pati nomor 22 tahun 2002, dan UU Konsumen, pasal 55 UU Nomor 39 2007 tentang cukai. Ancaman hukuman masing-masing pasal diatas lima tahun. Menurut UU cukai diatas 15 tahun. “Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan Mapolres Pati,” tambahnya.

(ks/put/him/top/JPR)