Potensi Transaksi Unik di Industri Migas Sangat Besar – Bali Express

Retail Funding Head Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Oki Daniar mengatakan, tujuan diadakan acara ini untuk menjalin hubungan yang lebih erat lagi dengan seluruh pelaku bisnis SPBU dan Gas Elpiji. Diharapkan dengan berbagai program yang ditawarkan kepada para pengusaha yang tergabung dalam hiswanamigas bisa meningkatkan jumlah transaksi. Atau sales volume dari masing-masing perusahaan.
 “Kami juga menyiapkan reward kepada para pegusaha SPBU dan Elpiji yang jumlah transaksi tertinggi pada tahun 2018,” jelasnya. 

Dilanjutkan Oki, sampai saat ini Bank Mandiri telah mengakuisisi lebih dari 300 pengusaha SPBU, agent LPG dan agent Pelumas. Untuk selanjutnya, Bank Mandiri juga akan terus mengembangkan berbagai program inovatif. Yang dapat menunjang penjualan BBM Pertamina di Bali dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Aris Irmi, Sales Executive Retail IX Pertamina Bali menjelaskan, potensi penerapan transaksi non tunai di SPBU di Bali sangat besar. Dari data yang diberikan Aris, konsumsi bahan bakar di Bali per harinya mencapai 2.700 juta liter. “Dengan jumlah transaksi tersebut, maka nilai transaksi di sector ini per harinya bisa menembus angka Rp 18 miliar,” jelasnya.

Dengan transaksi tersebut, Aris mengatakan, potensi kerjasama dengan perbankan sangat besar,. Salah satunya dengan menerapkan gerakan pembayaran non tunai dalam setiap transaksi. Untuk saat ini pembayaran non tunai di industry ini hanya Rp 500 juta per hari atau masih dibawah angka 1 persen.

Sehingga bisa menjadi kekuatan baru yang membantu perekonomian Indonesia. Pihaknya pun bersama bank-bank yang menyediakan cashless di SPBU, kerap turun langsung di lapangan saat pergantian shift untuk breafing cara penggunaan uang elektronik.

Ketua Hiswana Migas Bali, IB Rai mengatakan, potensi kerjasama dengan perbankan di industri Migas ini memang sangat besar. Tetapi demikian, untuk saat ini ia mengatakan tidak semua SPBU yang bisa melakukan transaksi non tunai ini. “Hal ini kembali lagi kepada kesiapan SDM dan perangkat transaksi non tunai yang belum bisa didistribusikan ke seluruh SPBU yang ada di Bali. Khususnya SPBU yang ada di daerah pelosok,”paparnya. 

(bx/gek/ima/yes/JPR)

Source link