Produksi Batik Difabel Meningkat – Radar Bojonegoro

Kandar salah satu anggota komunitas difabel Blora mengatakan, banyaknya pesanan batik dari perkantoran ini karena akan digunakan event tertentu.

Pesanannya pun dengan jumlah banyak. 

Seperti permintaan dari Bappeda, DPRD dengan 18 batik.

Kelurahan Tempel dengan 48 batik. Karena itu, para perajin batik difabel masih fokus melayani pesanan dari perkantoran.

‘’Untuk menyelesaikan pesanan harus lembur-lembur,” katanya.

Selain dari perkantoran, menurut Kandar, sebenarnya juga ada pesanan dari konsumen umum.

Namun, dia mengakui pesanan dari konsumen umum terpaksa harus tertunda pengerjaannya.

Sebaliknya, saat ini fokus menyelesaikan pesanan dari perkantoran.

Batik buatan komunitas difabel ini, sudah mulai banyak yang memesan.

Apalagi setelah banyak tokoh dari Jawa Tengah seperti Gubernur Ganjar Pranomo mendatangi komunitas dan mengenakan batik tersebut.

Nantinya, komunitas ini akan mengirim batik untuk Presiden Jokowi.

Produksi dari komunitas difabel ini dengan batik cetak. Harganya, kata Kandar, cukup terjangkau.

Perajin terpaksa menaikkan harga. Hal ini karena harga bahan-bahan yang dibutuhkan juga meningkat.

Meski begitu, kenaikan tak berpengaruh terhadap konsumen.

Sebab, banyak konsumen yang memesan. Bukan, karena kasihan, sebaliknya menurut Kandar, karena benar-benar terjadi jual beli dan memiliki kualitas.

(bj/bet/rij/fud/dka/JPR)

Source link