Profil Atlet Skateboard Andalan Probolinggo – Radar Bromo

SIAPA sangka, Kota Probolinggo ternyata punya atlet skateboard internasional. Dia adalah Aldo Abda Syukura. Aldo terpilih ikut seleksi skateboard untuk Asian Games 2018. Dalam waktu dekat, dia juga akan ikut lomba skateboard internasional di Bali.

——————

Sore itu, di Jalan dr. Moh Saleh, seorang lelaki terlihat bermain skateboard. Dengan jaket dan celana jins, lelaki itu melintasi jalan dengan lihainya. Dialah Aldo Abda Syukura, 21. Warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, yang tidak lain atlet skateboard tingkat dunia. Bahkan, tahun ini ia akan mengikuti seleksi Asian Games 2018.

Prestasinya hingga berhasil mengikuti seleksi Asean Games 2018, tentu tidak diraih dengan mudah. Aldo selama ini rajin mengikuti berbagai event dan lomba. Mulai tingkat regional, Jawa Timur, nasional, dan internasional.

Bahkan, kepiawaiannya memainkan papan seluncur itu, membawanya masuk 10 besar dalam kejuaraaan internasional, Open Motion Skatepark di Bali pada 22 Februari 2015. Di ajang itu, dia meraih juara 8.

Lalu, pada Selasa (30/1) minggu depan, Aldo akan mengikuti seleksi Asean Games 2018 ke Jakarta yang diikuti 26 atlet. Dalam seleksi itu, akan dipilih enam atlet terbaik untuk mengikuti Asean Games.

“Se-Indonesia yang dipilih untuk mengikuti seleksi ada 26 orang. Nantinya dari 26 orang itu, akan dipilih enam orang saja untuk mengikuti Asean Games,” terangnya.

Aldo sendiri jatuh cinta pada skateboard sejak kelas 4 SD. Memasuki kelas 1 SMP, putra pasangan Heri Supriyanto – Luluk Rosida itu pun memutuskan serius menekuni skateboard. Sejak saat itu, berbagai event dan lomba skateboard dia ikuti.

Hebatnya, Aldo mendapat keahlian bermain skateboard secara otodidak. Sebab, saat itu di kota tidak ada tempat khusus belajar skateboard. Bahkan, tidak ada fasilitas milik pemerintah yang mewadahi para atlet skateboard seperti dirinya. “Saya belajar otodidak. Sebab, di kota tidak ada fasilitas dari pemerintah yang bisa digunakan,” terangnya.

Aldo sendiri tidak tinggal diam dengan kondisi itu. Sudah empat kali dia mengirim proposal ke Pemkot Probolinggo.  Isinya, pengajuan tempat untuk berlatih skateboard. Namun, hingga kini tidak ada jawaban atas proposal yang dikirimnya. Proposal pertama dikirim pada tahun 2005 dan yang terakhir, pada 2015.

“Atas nama untuk komunitas Probolinggo Cinta Skateboard (PCS), sudah empat kali kami membuat dan mengirimkan proposal pada dinas terkait. Tapi, hingga saat ini masih belum ada respons positif,” tuturnya.

Menurutnya, sempat ada wacana pemkot akan membuatkan tempat latihan skateboard di GOR A. Yani, Jalan dr. Soetomo. Namun, sampai sekarang hal itu tidak pernah terealisasi.

Padahal, tiap ia mengikuti event atau lomba, selalu membawa nama baik Kota Probolinggo. Keikutsertaannya itu menurut Aldo, membuat Kota Probolinggo dikenal.

Sebab, banyak peserta yang tidak tahu Kota Probolinggo. “Sampai ada yang nanya, ada tah Probolinggo itu? Dimana?” katanya.

Mereka semakin heran saat Aldo bercerita, tidak ada tempat latihan khusus  untuk skateboard di Kota Probolinggo. “Mereka heran. Tidak ada tempat latihan, kok bisa main bagus,” lanjutnya.

Selain menyiapkan diri ikut seleksi Asean Games 30 Januari. Lalu pada 24 Februari, Aldo juga bersiap mengikuti lomba international open dengan 13 peserta di Bali. Tujuh peserta dari Indonesia dan peserta lain dari Australia, Malaysia, South Africa, Czech, USA, dan Thailand.

Untuk ikut seleksi dan lomba itu, anak kedua dari tiga bersaudara itu mengaku, harus menjaga kondisi tubuh agar terus fit. “Persiapan lain tidak ada,” tuturnya.

Terakhir, ia berharap, potensi skateboard di Kota Probolinggo bisa terwadahi dengan baik. Mengingat, perjuangan yang dilakukan sedikit banyak juga membawa nama baik kota.

“Jika ada putra daerah yang berpotensi, harusnya diberikan ruang. Dengan demikian, keinginan pemerintah untuk mengangkat nama baik juga tercapai,” pungkasnya.

Source link