Program Pinjaman Modal Rp 9 M Bakal Dibekukan – Radar Madura

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, banyak keluhan dari masyarakat mengenai program bantuan pinjaman modal. Mulai dari syarat peminjaman yang dinilai lebih sulit dibanding bank konvensional sampai pada penerima yang diduga tidak tepat.

Informasi yang dia terima, ada warga yang bukan pelaku usaha kecil menengah (UKM) mengakses bantuan itu. Padahal, sesuai peruntukannya, dana pinjaman Rp 9 miliar itu dikhususkan kepada pelaku UKM yang memiliki keterbatasan anggaran modal.

Sebelum memasuki tahun anggaran (TA) 2018, DPRD akan mengevaluasi program tersebut. Laporan keuangan serta data-data penerima akan diminta disampaikan secara detail kepada wakil rakyat. Tujuannya, agar diketahui secara lengkap kondisi riil program tersebut.

Dewan juga akan mengkroscek pendapatan yang diperoleh dari pelaku UKM yang meminjam. Sebab, pinjaman tersebut tidak gratis. Peminjam harus menyetor bunga setiap membayar cicilan. ”Semuanya akan kami evaluasi,” katanya Sabtu (23/12).

Politikus PKS itu mengatakan, dewan akan turun gunung. Satu per satu daftar penerima bantuan tersebut akan didatangi sehingga diketahui usaha yang dijalankan peminjam apakah sesuai dengan yang diinginkan pemerintah atau justru tidak tepat sasaran.

Jika ditemukan penerima yang bukan pelaku UKM, akan direkomendasi agar bantuan permodalan dicabut. Kemudian, organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan akan dimintai klarifikasi mengenai penerima pinjaman modal tidak tepat sasaran itu.

Politikus muda yang getol mengkritisi kebijakan pemerintah tidak prorakyat itu menyatakan, syarat peminjaman modal juga akan dievaluasi. Diupayakan, masyarakat tidak merasa berat memenuhi syarat peminjaman modal, tetapi tetap bertanggung jawab membayar cicilan.

Jika pihak perbankan tidak mengubah persyaratan yang ditentukan, tidak ada pilihan lain kecuali mengalihkan kerja sama dengan perbankan lain. ”Program ini bertujuan membantu masyarakat, bukan justru mempersulit,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Pamekasan AM. Yulianto mengatakan, program bantuan modal dengan sistem pinjam itu sangat bermanfaat. Pelaku UKM yang kesulitan pendanaan bisa ditopang program tersebut.

Pemerintah memberikan pinjaman dengan bunga rendah. Bahkan jauh lebih rendah dibanding bank konvensional. Program tersebut juga bermanfaat bagi daerah. ”Program (pinjaman modal) ini berkontribusi terhadap PAD (pendapatan asli daerah),” katanya.

(mr/pen/hud/luq/bas/JPR)