Protes Saksi Paslon Nomor 1 Klir – Radar Solo

Awalnya, proses rekapitulasi suara berjalan lancar dan tidak ada perbedaan antara hasil penghitungan suara di tingkat panitia pemilih kecamatan (PPK) dengan data milik panitia pengawas pemilu (panwaslu) Sukoharjo.

Namun, memasuki penghitungan suara dari Kecamatan Grogol, masalah mulai muncul. Yakni terdapat perubahan data pemilih namun tidak dilengkapi berita acara. Hal tersebut kemudian ditanyakan olek saksi paslon 1, Anwar Setyanto.

“Meski perubahan itu tidak memengaruhi hasil suara masing-masing paslon, harusnya ada berita acaranya karena ini merupakan dokumen negara,” tandasnya.

Agar rekapitulasi tidak terhambat, Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto mengambil jalan tengah dengan menunda penghitungan suara dari PPK Grogol.

Tapi, masalah kembali muncul saat mulai membuka kotak suara dari PPK Kartasura. Selain kotak tidak disegel, panwaslu menyatakan jika proses rekapitulasi di PPK Kartasura tidak sesuai prosedur.

“Dari laporan Panwascam Kartasura, proses rekapitulasi suara di PPK Kartasura tidak sesuai ketentuan karena hanya dibacakan perolehan suara saja. Untuk itu, kami minta agar KPU membacakan rekapitulasi di tingkat kelurahan/desa untuk Kartasura,” tegas Ketua Panwaslu Bambang Muryanto.

Sebab itu, Ketua KPU Kuswanto kembali memutuskan menunda pembacaan untuk Kartasura dan dilanjutkan kecamatan yang lain. Diterangkan Kuswanto, untuk PPK Grogol,  yang dipermasalahkan adalah tidak adanya berita acara perubahan data pemilih.

“Grogol sudah klir karena berita acara perubahan data pemilih sudah diserahkan atau dilampirkan,” jelas Kuswanto.

Sedang untuk PPK Kartasura, penyelesaian persoalan butuh proses panjang, karena saat penghitungan suara hanya dibacakan hasil akhir. Karena itu, kemarin, seluruh hasil penghitungan suara di PPS sampai PPK Kartasura kembali dibacakan secara utuh. Termasuk jumlah surat suara rusak, suara sah, dan sebagainya. 

“Semua lancar tidak ada masalah dan sudah selesai. Untuk dua kecamatan (Grogol dan Kartasura) memang (penghitungan suara, Red) agak akhir karena ada sedikit masalah,” ungkap Kuswanto. 

(rs/yan/fer/JPR)