PSK Blonde di Tretes Ini Dijaring Satpol PP di Penghujung Ramadan – Radar Bromo

TETAP MANGKAL: Dua PSK yang diciduk dari kawasan Prigen. Meski masuk Ramadan, dua PSK itu tetap beroperasi.
(Iwan Andrik/Radar Bromo)

BANGIL – Meski sudah beberapa kali dirazia saat Ramadan, praktik bisnis esek-esek di Kabupaten Pasuruan tak mengenal waktu. Terhitung sudah tiga kali razia dilakukan di Tretes, bisnis prostitusi itu masih menggeliat saja. Namun bukannya berhenti. Saat Ramadan “bakal pamit” masih saja ada PSK yang bekerja.

Hal itu terlihat dari razia Satpol PP Kabupaten Pasuruan pada Kamis malam dan Jumat dini hari (7-8/6) yang kembali mengamankan 2 pekerja seks komersial. Selain mengamankan 2 PSK, petugas juga mengamankan seorang penyedia tempat para PSK itu.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko menyampaikan, Operasi Pekat digelar Kamis (7/6) malam serta Jumat (8/6) dini hari. Sasarannya, wisma-wisma yang ada di wilayah Prigen.

Pihaknya mengerahkan 16 personel dalam operasi tersebut. Mereka menyisir kawasan Prigen. “Beberapa tempat yang disinyalir menjadi sarang PSK mangkal, kami sisir,” jelas dia.

Semula, petugas menggelar razia tersebut Kamis (7/6) malam. Mereka menyisir kawasan Pesanggrahan, Gang Sono, dan beberapa lokasi lain. Namun, hasilnya nihil.

Petugas balik kanan sekitar pukul 22.00, tanpa hasil tangkapan. Razia dilanjutkan dini hari kemudian. Hasilnya, dua PSK dan seorang penyedia tempat PSK yang diciduk petugas.

Mereka kemudian digiring ke Mako Pol PP. Minimnya tangkapan tersebut, disebutkan Yudha, bukan karena operasi bocor. Melainkan, lebih dikarenakan gencarnya operasi yang digelar petugas. Sehingga, banyak pelaku PSK yang memilih tiarap untuk melakukan aktivitasnya.

“Bisa juga, karena mereka memilih untuk pulang kampung. Sebab, memang rata-rata mereka merupakan warga luar Kabupaten Pasuruan,” sambung Yudha.

Para PSK itu pun kemudian dilakukan pendataan dan pembinaan. Dua PSK dan penyedia lokasi juga langsung disidang tindak pidana ringan (tipiring) di PN Bangil. Hasilnya, kedua PSK dikenai hukuman tahanan 6 hari. Sementara sang penyedia lokasi dikenai hukuman 7 hari penjara.

Razia serupa sejatinya sudah pernah dilakukan. Seperti di awal Ramdan lalu yakni Kamis (25/5) silam. Saat itu aprat dari Polres Pasuruan berhasil mengamankan sembilan PSK di Tretes. Bukan hanya di kawasan Tretes. Di wilayah Timur Kabupaten Pasuruan, Polsek Grati juga berhasil menjaring 1 PSK, saat sedang menunggu pria hidung belang, Kamis (25/5).

Tak cukup disitu. Saat Polsek Prigen menggelar razia Rabu (30/5) malam, sedikitnya 6 PSK berhasil diciduk. Mereka diciduk saat berada di villa yang ada di kawasan Pencalukan, Prigen. Setidaknya, sudah tiga kali razia PSK digelar saat bulan ramadan, total PSK yang berhasil diamankan sudah 25 orang.

Terakhir, sembilan PSK kembali dijaring saat Satpol PP menggelar razia, Senin (4/6) malam silam. Dari sembilan PSK itu, satu diantaranya reaktif HIV-AIDS.

psk, pekerja seks komersial, tretes, kupu-kupu malam, pelacur, wanita tuna susila

HASIL SEBELUMNYA: Beberapa PSK yang juga pernah terjaring razia lantaran nekad beroperasi saat Ramadan.
(Dok. Radar Bromo)

(br/one/fun/fun/JPR)

Source link