PT RUM Sukoharjo digeruduk massa – Radar Solo

SUKOHARJO – Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Nguter kembali menggelar aksi damai di halaman PT Rayon Utama Makmur (RUM), Kamis (30/11) pagi. Mereka menuntut agar aktivitas di pabrik tersebut untuk dihentikan. Bukan tanpa alasan, warga menggelar aksi karena merasa terganggu akibat bau tak sedap yang ditimbulkan PT RUM.

Harianto salah peserta dalam aksi tersebut mengeluhkan, pengolahan limbah di PT RUM mencemari lingkungan warga sekitar. Dia mengungkapkan, ingin merasakan hidup nyaman. Semenjak ada bau tersebut, banyak warga yang merasa terganggu. Mereka sulit tidur karena sering merasakan sesak nafas. “Kasihan anak kami kesulitan bernafas karena bau ini,” ungkap Harianto kepada Jawa Pos Radar Sukoharjo, Kamis (30/11).

Dia juga menantang pimpinan PT RUM untuk tidur di rumah mereka sehari. Agar bisa merasakan bau tak sedap yang dirasakan warga.

Dari pantauan wartawan di lapangan, warga membawa spanduk bertuliskan nada protes. Mereka juga berteriak agar bisa masuk ke dalam PT RUM. “Masuk..masuk..masuk,” desak warga.

Upaya mediasi sudah dilakukan oleh Polres Sukoharjo, namun upaya tersebut tidak diindahkan oleh warga. Mereka ingin bertemu dengan pimpinan PT RUM. Sampai pukul 10.33 WIB mereka masih berkumpul di halaman depan PT RUM.

(rs/yan/bay/JPR)