Puluhan Perlintasan tanpa Palang Bakal Ditutup Permanen – Radar Kudus

GROBOGAN – Ada 57 titik perlintasan tanpa palang di jalur rel KAI. Tanpa palang itu ada mulai Stasiun Tegowanu sampai Stasiun Doplang. Nanti akan ditutup secara permanen. Sebab, jika dibiarkan sangat membahayakan pengendara yang lewat.

Penutupan itu dilakukan bertahap. Kemarin tim gabungan dari sejumlah instansi meninjau beberapa lokasi perlintasan tersebut. Termasuk di Desa Sambung, Kecamatan Godong, yang perlintasannya sudah ditutup permanen.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto mengatakan, setelah dilakukan validasi data ada 143 perlintasan rel KAI. Dari jumlah itu, 57 perlintasan tanpa palang. Sementara 73 perlintasan tetap dibuka dengan pintu swadaya, dan 13 lainnya dilengkapi palang pintu dari PT KAI.

Untuk 57 perlintasan tanpa palang rencananya ditutup secara permanen. ”Semua data yang masuk itu sudah sesuai usulan untuk ditindaklanjuti. Tetapi ada satu palang pintu yang sudah ditutup dari 57 yang minta dibuka lagi. Yakni, di Desa Sambung, Godong karena dipersoalkan warga,” katanya saat meninjau lokasi perlintasan tanpa palang di Desa Sambung bersama Kapolres AKBP Choiron El Atiq, perwakilan DAOP 4 Semarang, kepala Dishub Provinsi Jateng, dan Ketua Komisi C DPRD Grobogan Eko Budi Santoso.

Soal palang pintu yang sudah ditutup mau dibuka, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala desa. Jika mau dibuka kembali, pihak desa harus membuat palang atau petugas swadaya. Dari pihak desa akan melakukan rapat dengan warga terlebih dulu.

Kepala Desa Sambung Nuryanto mengatakan, sudah bertemu dengan petugas saat meninjau  agar dibuka kembali. Pihaknya akan mengumpulkan warga untuk musyawarah soal pembukaan pintu buka tutup di jalan rel KAI dan ada penjaga.

Penutupan jalan tersebut karena banyak terjadi korban kecelakaan KAI. ”Kami akan rapatkan dengan Muspika Godong. Kami juga diminta membuat surat pernyataan dan menyiapkan palang pintu serta penjaganya,” ujarnya.

(ks/mun/ris/aji/JPR)