Puluhan Wasit Siap Penuhi Kebutuhan Askab – Radar Banyuwangi

GIRI – Askab PSSI Banyuwangi membuka pelatihan bagi puluhan wasit untuk kategori C3, Jumat (24/11). Tak hanya dari Banyuwangi saja, beberapa kabupaten tetangga seperti Malang, Probolinggo, Bondowoso, dan Jember turut mengirim perwakilan wasit maupun pengawas pertandingan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Banyuwangi Andik Purwanto mengatakan, sertifikasi untuk wasit dan pengawas pertandingan ini akan digelar hingga 29 November mendatang. Dengan sekitar 75 wasit dan PP yang mengikuti sertifikasi. ”Target kita awalnya sampai 80 orang, 40 untuk wasit dan 40 untuk PP. tapi yang ini sudah cukup,  separo lebih didominasi peserta dari Banyuwangi,” ujar Andik.

Dia menambahkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan SDM wasit dan PP yang ada di Banyuwangi. Banyaknya kompetisi yang diputar di bawah Askab PSSI Banyuwangi menurutnya membutuhkan penunjang yaitu wasit dan PP yang bersertifikasi. Sehingga kegiatan ini menurutnya sangat berkorelasi dengan kebutuhan tersebut. ”Kita ingin meningkatkan kompetensi dari wasit dan PP kita untuk menunjang kompetensi yang kita gelar. Selain itu ini juga kesempatan bagi kabupaten sekitar yang juga memiliki kebutuhan yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Wasit Asprov PSSI Jatim Cholid Abubakar mengatakan, saat ini Jatim tengah membutuhkan banyak wasit. Terutama wasit nasional. Dengan adanya sertifikasi ini menurutnya, hal tersebut dapat membantu Jatim untuk memenuhi kebutuhan tersebut. ”Makanya ini kita prioritaskan yang berusia muda. Rata-rata di bawah usia 35 tahun. Dengan begini kita optimistis mereka bisa meningkat menjadi wasit C2 atau C1 beberapa tahun mendatang, sehingga bisa men-support kebutuhan wasit Jatim,” kata Cholid.   

Dia menambahkan, musim depan berbagai kompetisi sudah siap digelar. Baik itu U-15, U-17, maupun Liga 3. Karena itu kebutuhan akan wasit menurutnya semakin mendesak. Terutama untuk level nasional. ”Ini langkah sinergisitas dari Askab Banyuwangi yang langsung merespons kebutuhan Jatim. Sementara ini, setelah lulus para wasit yang ada di sini bisa langsung membantu kompetisi yang ada di kabupaten. Nanti, dua tahun lagi mereka bisa kembali meningkatkan kompetensi ke grade yang lebih tinggi, yaitu C2,” tandasnya.

Source link