Pungutan PKL Alun-Alun Tak Jelas, Ini Kata Dinas Terkait – Radar Bojonegoro

Jika ada pungutan retribusi PKL di pusat kota itu, maka harus masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) Lamongan. ‘’PKL di Alun-alun itu setiap hari ditarik retribusi, ini masuknya kemana?,’’ tanya Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Saifudin Zuhri, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (6/2).

Dia menuturkan, sesuai temuannya di lapangan, ada lebih dari 80 PKL di alun – alun kota setempat. Para PKL itu, setiap hari ditarik Rp 4 ribu. Jika kalikan 80 PKL, maka setiap hari ada pemasukan Rp 320 ribu. 

Jika dihitung dalam sebulan, maka ada pemasukan dari retribusi Rp 9,6 juta. Dalam setahun, terkumpul pemasukan Rp 115 juta.

‘’Akan kami cek ke OPD terkait, karena dalam daftar PAD ini tak tercantum,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni, memastikan, tidak pernak menarik retribusi. Dia mengklaim pihaknya yang selama ini menangani PKL di Lamongan. Termasuk, PKL yang beroperasi di alun – alun. ‘’Kami tidak melakukan retribusi,’’ katanya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Lamongan, M. Wahyudi. Dia mengakui dinasnya yang menangani sarana prasarana Alun – Alun Lamongan. Namun, selama ini tidak pernah melakukan penarikan kepada PKL di alun – alun. ‘’Kami tidak melakukan itu (retribusi),’’ ujarnya.  

(bj/jar/msu/yan/bet/JPR)

Source link