Punya Suami Posesif – Radar Bromo

ILUSTRASI
(Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

LANGKAH Tole (nama samaran), 32, warga Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, untuk mencegah istrinya selingkuh, cukup ekstrem. Dia melarang Minthul (juga nama samaran), 25, memiliki hape. Namun, itu membuat Minthul tak tahan dan akhirnya memilih cerai.

Minthul mengaku, benar-benar tak tahan lagi menikah dengan Tole. Sebab, selama tiga tahun menikah, dia merasa dipenjara.

“Memang sih dari segi materi enggak pernah kekurangan. Tapi bagaimanapun, kalau dikerangkeng, ya enggak tahan juga,” ungkapnya.

Awalnya, Minthul merasa beruntung punya suami Tole. Sebab, suaminya itu memiliki kehidupan ekonomi yang lumayan. Sehingga, selama menikah tak pernah ada kesulitan keuangan. Walaupun, hanya Tole seorang yang bekerja.

“Setelah menikah saya disuruh berhenti kerja. Katanya tanggung jawab cari uang tugas suami. Awalnya, saya kira itu romantis. Tapi lama-lama jadi bikin bete sendiri,” curhatnya.

Setelah menikah, keduanya langsung dikarunia anak. Minthul pun makin sibuk di rumah. Bahkan, Minthul menggunakan waktunya full untuk mengurus rumah tangga. Minthul pun jadi tidak pernah keluar rumah.

Untuk kebutuhan memasak misalnya, Minthul hanya bisa belanja di tukang sayur atau peracangan dekat rumah. Mau belanja jauh, dilarang oleh Tole. Apalagi, Tole juga tidak memberikan kendaraan atau sepeda motor di rumah untuk Minthul. Jadinya, Minthul benar-benar tidak bisa kemana-mana.

“Mau jalan juga sulit, ada anak. Apalagi dilarang suami. Saya sih nurut saja,” ujarnya.

Namun, Minthul jadi bete karena juga dilarang punya hape setelah menikah. Minthul sempat protes karena menilai suaminya terlalu posesif dan negative thinking. “Alasannya buat kebaikan. Katanya, mending pakai hape suami saja kalau butuh-butuh,” ujarnya.

Memang selama ini, Minthul boleh memakai hape Tole untuk menghubungi keluarganya. Namun, imbasnya hubungan Minthul dengan teman-teman lamanya jadi hilang. Minthul tak tahu lagi kabar teman-teman lamanya lantaran dibatasi komunikasi.

Kendati awalnya menurut, Minthul mengaku lama-lama enggak tahan juga. Bahkan, sudah beberapa kali Minthul “lari” dari rumah. Dia minggat ke rumah orang tuanya agar Tole mau mengubah sikap posesifnya.

“Tapi, suami ternyata enggak berubah. Tetap saja gitu terus. Saya enggak tahan lagi kayak hidup di penjara. Terakhir saya minggat dan enggak mau balik lagi. Akhirnya pilih cerai saja. Siapa juga yang mau tersiksa sampai tua gitu terus,” pungkasnya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Source link