Pupuk Sesuai Kuota, PG Siapkan Non Subsidi – Radar Surabaya

“Kami tidak berani menambah lagi tanpa ada permintaan dari dinas pertanian setempat, direkomendasi gubernur dan disetuji kementerian pertanian,” kata Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono

Pernyataan itu untuk menjawab, keluhan sejumlah petani di Gresik terkait kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Keluhan itu direspon Dinas Pertanian Gresik. Menurut Kepala Dinas Pertanian Gresik, Agus Djoko Walujo, pupuk subdisi yang akan dimintakan tambahan adalah jenis Urea. Sebab, pemerintah provinsi hanya menyetujui separuh dari jumlah kebutuhan yang diajukan oleh pemkab. 

“Dari total kebutuhan pupuk Urea 56 ribu ton, kami hanya diberi jatah separuhnya. Makanya petani di Gresik menjerit semua,” ujar Agus.

Agus berharap, pada musim tanam November ini tidak ada petani yang mengeluh kekurangan pupuk. Apalagi perusahaan pupuk terbesar di asia ada di Kabupaten Gresik. “Semoga jatah pupuk dari Kabupaten lain yang tidak terserap bisa dialihkan pada Kabupaten Gresik,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono mengatakan, kurangnya pupuk di Gresik disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya yang terjadi adalah belum adanya Surat Keputusan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Gresik mengenai alokasi tambahan pupuk bagi petani Gresik.

“Untuk alokasi 2017 di beberapa kecamatan realisasinya sudah mencapai 100 persen. Sementara apabila masih kekurangan pupuk, silahkan ajukan tambahan kepada pemerintah,” ujar Yusuf.

Pihaknya dalam hal ini hanya menjalankan penugasan dari pemerintah terkait kesediaan pupuk. Namun demikian, untuk penyaluran tetap menggunakan SK dari Dispertan Jatim yang dikirimkan ke Dispertan Gresik. “Saat ini kami menyediakan pupuk hingga 6 kali lipat dari total kebutuhan yang ada. Ini menandakan PG berkomitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Namun demikian, dia mengimbau para petani yang kekurangan pupuk subsidi bisa menggunakan pupuk non subsidi. Meski harganya lebih mahal, namun hal ini setidaknya menjawab keluhan petani mengenai kurangnya pupuk. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

Source link