Puskesmas Blega Jadi Rujukan Kaji Banding – Radar Madura

Menjadi rujukan kaji banding bukan tanpa alasan. Semua itu berkat kesuksesan menjalankan program inovasi, peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dan deretan prestasi.

Inovasi puskesmas ini berupa program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Cilik untuk memberantas penyakit demam berdarah. Selain itu, program seterilisasi sentral. Artinya, alat medis yang telah dipakai disimpan dalam suatu tempat. Dengan begitu, kebersihan alat medis bisa tetap terjaga.

Kemudian, sukses menjalankan program Voluntary Counseling and Testing (VCT). Program ini untuk penatalaksanaan penderita human immunodeficiency virus (HIV). Selanjutnya, membentuk program inovasi Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Neonatus dengan Pos Sayang Bunda (Makin Sayang).

Program itu sangat efektif mengurangi dan berhasil mencegah kematian ibu dan anak di Kecamatan Blega. Berkat program Semakin Sayang, Puskesmas Blega memperoleh piagam penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) terbaik ke-3 tingkat Jawa Timur (Jatim). Keberhasilan ini mengantarkan Puskesmas Blega mewakili Provinsi Jatim ke tingkat nasional pada Januari 2018.

Kepala Puskesmas Blega H. Sudiyo, S.Kep. Ns mengatakan, kesuksesan menjalankan program inovasi berkat kerja keras tim medis. Karena itu pula berhasil menyabet banyak prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Dengan demikian, lima puskesmas dari beberapa daerah melakukan kaji banding. Yakni, Puskesmas Arjasa dan Puskesmas Guluk-Guluk, Sumenep; Puskesmas Larangan, Pamekasan; Puskesmas Batulenger, Sampang; dan Puskesmas Balongpanggang, Gresik.

”Capaian prestasi dan sukses di semua program tidak terlepas dari kekompakan dan kerja keras tim Puskesmas Blega. Kami tidak ingin menjadi juara. Kami hanya berusaha menjalankan program dengan baik agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat maksimal. Kalau masalah reward, itu merupakan bonus dari kerja keras kami selama ini,” ucapnya. 

(mr/luq/bam/bas/JPR)