Puskesmas Blega Juara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik – Radar Madura

Angka kematian ibu hamil (bumil) di Bangkalan pada 2015 sebanyak 13 orang. Tiga di antaranya berasal dari Kecamatan Blega. Pada tahun yang sama kematian bayi 145 kasus. Empat di antaranya dari Kecamatan Blega.

Berangkat dari tingginya angka kematian ibu dan bayi itu Puskesmas Blega merumuskan program inovasi. Membentuk program inovasi Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Neonatus dengan Pos Sayang Bunda (Makin Sayang).

Awalnya hanya melayani pemeriksaan bumil di puskesmas. Namun, minat masyarakat rendah untuk memanfaatkan program tersebut. Beberapa faktor memengaruhi. Di antaranya, jarak rumah warga dengan puskesmas jauh, masyarakat tidak mengerti manfaat pemeriksaan, dan khawatir biaya mahal sehingga memilih tidak mengikuti kegiatan tersebut.

Kemudian Puskesmas Blega membentuk lima Pos Sayang Bunda. Tersebar di Pustu Lomaer, Pustu Lombang Daya, Pustu Alasraja, Pustu Gigir, dan di Polisdes Rosep. Pembentukan pos ini agar masyarakat mudah melakukan pemeriksaan bumil.

Tim yang terdiri dari dokter, bidan, analis gizi, analis laborat, dan petugas obat akan mendatangi Pos Sayang Bunda tiga bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan. Setiap bulan juga ada pemeriksaan di polindes di 19 desa di Kecamatan Blega.

Program Makin Sayang berdampak positif terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi. Tahun 2015, kematian ibu 3 orang. Di 2016 hanya satu orang dan 2017 tidak ada.

Kematian bayi pada 2015 sebanyak 4 orang, 2016 hanya tiga, dan 2017 hanya dua bayi. Saban tahun terus mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Berkat kesuksesan program inovasi Makin Sayang ini, Puskesmas Blega mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Jawa Timur. Bersaing dengan peserta lain dari daerah lain.

Selasa (5/12), Puskesmas Blega bertemu para kompetisi di ruang pertemuan kantor gubernur. Kegiatan itu dipimpin Sekdaprov yang diikuti oleh inovator se-Jatim. Senin (2/10), Puskesmas Blega mengirimkan proposal Makin Sayang melaui ke jipp.jatim.go.id. Juga, mengirim ke Biro Organisasi Setda Pemprov Jatim melalui Kabag Organisasi Setkab Bangkalan Ary Suharja, S.T., M.T., dan Kasubbag Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik, serta Kepala Dinkes Muzakki, S.Kep. Ns., M.M.Kes.

Senin (9/10), Puskesmas Blega mendapat informasi dari JIPP melalui Bagian Organisasi Setkab Bangkalan bahwa program inovasi Makin Sayang masuk finalis top 35 Kovablik tingkat Jatim. Senin (16/10) membentuk tim presentasi.

Tim tersebut terdiri dari Kepala Puskesmas Blega H. Sudiyo, S.Kep. Ns; Agus Salim B, S.Kep. Ns., S.Sos., selaku inovator; dr Moslihin selaku dokter; Pj Program KIA Nuraini, S.ST. Penanggung Jawab Promkes Nurlita Safitri, S.KM.; Penanggung Jawab Program Gizi Wahyu Sulistyawati, S.Gz.; dan Penanggung Jawab Laborat Ajhuri Es Syarofiy, A.Md.AK.

Selanjutnya, tim Makin Sayang mempresentasikan program inovasi di hadapan Kabiro Organsiasi Pemprov Jatim. Mereka dinilai oleh 4 juri independen. Kegiatan itu dilangsungkan di ruang rapat biro organisasi Pemprov Jatim. Mereka menampilkan video narasi pelayanan inovasi Pos Sayang Bunda dengan durasi 15 menit. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 30 menit.

Rabu (1/11), tim juri dari Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Jatim melakukan kroscek ke lapangan. Tim juri tersebut mendatangi Pos Sayang Bunda di Pustu Lomaer untuk melihat secara langsung kesesuaian dengan materi yang dipresentasikan.

Kamis (30/11) JIPP mengumumkan top 25 Kovablik Jatim. Kemudian, mengundang 25 inovasi dalam Jambore Inovasi Jatim 2017 di Hotel Santika Premiere Surabaya. Sementara pada 4–5 Desember merupakan pelaksanaan pameran. Program inovasi Makin Sayang Puskesmas Blega menyuguhkan tampilan paling menarik.

Stan Puskesmas Blega banyak dikunjungi peserta lain. Di stan ini menampilkan poster, video, dan pelayanan Makin Sayang. Di antaranya, menampilkan lima Pos Sayang Bunda, cara menjalankan program, dan komposisi pemeriksaan bumil. Bahkan, membuat decak kagum The Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Transformasi Jerman.

Selasa (5/12), Program Semakin Sayang Puskesmas Blega memperoleh piagam penghargaan Kovablik terbaik ke-3 tingkat Jawa Timur (Jatim). Pemberian penghargaan diberikan Gubenur Jatim Soekarwo. Dengan ini, Puskesmas Blega akan mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional pada Januari 2018.

Kepala Puskesmas Blega H. Sudiyo, S.Kep. Ns mengatakan, Program Inovasi Makin Sayang lahir untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu dan bayi di Bangkalan. ”Ide ini tercetus dari pemikiran teman-teman di Puskesmas Blega,” terangnya.

Prestasi Kovablik kategori terbaik ke-3 tingkat Jatim ini tidak terlepas dari kerja keras tim dan dukungan semua pihak. Sehingga, keluar sebagai pemenang dan mewakili Jatim ke tingkat nasional. ”Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Penghargaan ini untuk semua masyarakat Bangkalan,” tandasnya.

(mr/bam/luq/bas/JPR)