PVMBG Prediksi Magma Sudah Mengisi 1/3 Kawah Gunung Agung – Bali Express

“Kita masih merekam gempa vulkanik yang mengindikasikan adanya laju lava yang rata-rata pergerakannya masih stabil. Dan saat ini Gunung Agung masih dalam fase kritis erupsi,” ujarnya.

Ia menambahkan penurunan ini artinya fluktuatif dan belum bisa menilai jika Gunung Agung aman. Karena potensi erupsi selanjutnya masih ada. “Karena pada malam hari masih memantau adanya sinar api. Itu artinya masih ada laju pengisiannya stabil,” pungkasnya.

Sementara Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana  mengatakan, dari data satelit, masih terpantau adanya efusi lava. Artinya lava keluar ke permukaan dasar kawah. Maka dari itu, dapat dikatakan aktivitas erupsi masih belum berhenti karena saat malam harinya juga mengamati adanya Glow (Sinar Api, Red) di atas puncak yang mengindikasikan lava masih panas, sehingga cahanya terefleksikan ke asap ini.

“Kalau lava ini masih panas, berarti magma di perut gunung masih panas dan belum mencapai equilibrium atau kesetimbangannya dan belum menunjukkan penurunan aktivitas gunung ini secara gradual. Jadi kita melihat tren ini dahulu sebelum betul-betul menyimpulkan penurunan,” sambungnya.

Dan  sampai saat ini masih terlihat fase erupsi karena masih merekam gempa-gempa vulkanik dan hembusan. “Ini artinya gunung agung masih fase erupsi,” tandasnya.

ng sudah menurun hanya dilihat dari satu data satu sampai dua hari, namun perlu diamati bagaimana sipen gunung ini sejak awal seperti pada September dan Oktober banyak terjadi gempa hingga 1.000 kali,” lanjutnya.

Hal ini merupakan manifestasi pergerakan magma menuju permukaan dan untuk kondisi saat ini terdeteksi pergerakan magma sudah sampai di permukaan yang tidak perlu mendobrak lantai kawah. 

(bx/ras/bay/yes/JPR)

Source link