Ramidi, Penambang Pasir Penolong Korban Rafting di Sungai Pait, Kandan – Radar Kediri

Ramidi sedang beristirahat di sela aktivitasnya menambang pasir di Sungai Pait, Desa/Kecamatan Kandangan ketika ditemui Jawa Pos Radar Kediri. Matanya menerawang melihat arus sungai itu. “Arus di sungai ini memang deras Mas. Apalagi pada saat musin penghujan,” kata pria 46 tahun asal Desa Banaran, Kecamatan Kandangan ini.

Melihat Sungai Pait itu kenangannya lantas terbayang dengan kejadian Minggu sore (15/4) ketika dirinya berupaya menyelamatkan mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan arum jeram di sana. Mahasiswa tersebut tergabung dalam mapala (kelompok pencinta alam).

Ramidi sempat meraih dua mahasiswi yang hanyut terbawa arus. Keduanya adalah Jumrotun Munawaroh ,19, warga Desa Kras, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dan Mufidatul Anisa, 19, asal Dusun Teken, Desa Tekenglagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Jumrotun bisa diselamatkan. Namun sayang, Mufidatul akhirnya meninggal. Menurut Ramidi, peristiwanya terjadi sekitar pukul 15.00 WIB usai hujan deras. “Waktu itu banjir, batu sungai tidak terlihat,” bebernya.

Saat itu Ramidi mendengar teriakan minta tolong. Penambang pasir ini terkejut melihat ada gadis terseret arus Sungai Pait. Dia lalu menolong dengan melempar ban. Tapi usahanya gagal. Ban yang dilempar tidak sampai diraih Jumrotun.

Ramidi pun spontan terjun ke sungai. “Saya nekat, entah nanti apa yang terjadi yang penting saya menyelamatkannya dahulu,” ujarnya.

Setelah membawanya ke tangkis sungai, ternyata Jumrotun masih sehat dan sadar. Mahasiswi ini masih mengenakan helm, pelampung, dan memegang dayung Dia sempat memberitahu Ramidi bahwa temannya masih satu di belakang. “Pak masih ada satu teman saya yang hanyut,” papar Ramidi menirukan perkataan gadis tersebut.

Ramidi pun kembali memantau sungai. Dia melihat seorang gadis terbawa arus dalam keadaan tengkurap. Penambang pasir ini pun kembali masuk ke sungai dan berusaha menyelamatkan. Tangannya dapat meraih gadis itu lalu membawanya ke tepian. Sayang gadis yang belakangan diketahui bernama Mufidatul ini sudah tak bernyawa. “Tidak memakai helm tapi pakai pelampung. Wajahnya sudah biru dan mulutnya berbusa,” paparnya.

Beberapa saat kemudian bantuan datang. Warga Banaran mengevakuasi kedua korban. Mereka membawanya ke Puskesmas Kandangan. Selain dua korban itu, ada satu lagi korban yang bisa diselamatkan warga. Dia adalah Khusnul Sholihah, 19. “Kondisinya tidak sadarkan diri Mas. Begitu sampai puskesmas langsung dirujuk ke rumah sakit,” pungkas Ramidi.  

Untuk diketahui, ketiga korban yang terseret arus Sungai Pait adalah mahasiswa UNP Kediri yang tergabung dalam UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Pelita. Saat rafting mereka mengalami musibah. Jelang finis tiba-tiba air bah datang dan membuat perahu karetnya terbalik. Dalam insiden itu ada satu korban jiwa dan dua luka- luka.

(rk/die/die/JPR)

Source link