Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Harry Patriantono mengatakan, Pemkab Bondowoso akan kembali menggelar peringatan Harjabo ke-199 akhir pekan nanti. Pembukaan akan dilakukan malam ini dengan Ngopi Bareng Bupati. Dilanjutkan berbagai gelaran lainnya, seperti Bondowoso Culture Night Carnival, Fashion On The Sreet, Kirab Harjabo, dan Bondowoso Heritage. “Seluruh rangkaian ini terus mempersiapkan diri, semangatnya ingin membuat event Harjabo ke-199 ini meriah,” jelasnya.

Berbagai sanggar kesenian dilibatkan dalam gelaran Harjabo ke-199 ini. Seperti Gabungan Apresiasi Seni (GAS), Sanggar Seni Gema Buana Prajekan, dan berbagai pelaku kesenian lainnya. Mereka akan memerankan tari kesenian daerah dan drama kolosal Babad Bondowoso. “Sudah mulai dua minggu lalu dilakukan persiapan, dan saat ini tinggal finishing-nya saja,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kabid Pariwisata Disparpora Adi Sunaryadi. Semangat Harjabo adalah membuat wahana pariwisata di Bondowoso. Selain itu, sebagai wahana edukasi tentang sejarah terbentuknya Bondowoso. Dengan adanya tari kolosal, minimal akan memberikan edukasi tersendiri bagi masyarakat. “Selain bagi masyarakat, tentunya juga menjadi ajang pertunjukan bagi wisatawan yang datang ke Bondowoso,” terangnya. 

Ketua GAS Bondowoso Junaidi mengatakan, ada ratusan pemuda yang terlibat. Untuk drama kolosal Babad Bondowoso saja, ada 200 pemuda yang terlibat. Sebab, selain ada drama Babad Bondowoso, di dalamnya ada selingan tari Nyangar Kopi, pencak silat, dan musik Tempong. “Pemain Tempongnya anak muda, bukan generasi tua,” tuturnya.

Harapannya, adanya pergelaran Harjabo ke-199 ini bisa menjadi pemantik pariwisata. Sebab, ada beberapa suguhan khas setiap tahunnya. Seperti Bondowoso Culture Night Carnival yang dibungkus dengan pawai budaya. Sebanyak 23 kecamatan akan menampilkan ragam budaya yang dimiliki dalam gelaran tersebut. 

Seluruh rangkaian itu akan digelar selama empat hari. Dimulai malam nanti (6/7), dan akan ditutup pada Senin 9 Juli 2018. Di dalamnya akan ada Kirab Budaya Harjabo ke-199 dan ziarah makam Ki Ronggo. Sampai Drama Kolosal Babad Bondowoso. “Ada Singo Ulung dan Tari Ojung Kolosal.

Perlu diketahui, Harjabo merupakan perayaan syukur atas Hari Lahirnya Bondowoso. Hari jadi Bondowoso dimulai pada 25 Syawal 1234 H atau 17 Agustus 1819 M. Dan pemerintah merayakan Harjabo mengikuti kalender Hijriah yang diambil pada 25 Syawal.

(jr/hud/aro/das/JPR)

Source link