SOLO – Sebanyak 400 petenis dari berbagai daerah bersaing  dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Detec Open 2018 yang digelar di kompleks Lapangan Tenis Manahan, 25-30 Juni. Turnamen junior ini jadi kalender resmi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia  (Pelti), yang kebetulan rutin digelar di Kota Solo. Kejuaraan ini sendiri diikuti petenis untuk kelompok umur (KU) 8, 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun. Setiap peserta hanya dapat bertanding pada dua nomor, yakni tunggal dan ganda pada KU yang sama.

”Hampir seluruh kategori mempertandingkan nomor tunggal dan ganda, terkecuali KU 8 dan 10 tahun yang hanya menggelar nomor tunggal, petenis yang datangpun bukan hanya dari pulau Jawa. Mereka asal Kalimantan, Medan, hingga Papua terjun di kejuaraan ini,” ucap  Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pelti, Deddy Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (26/6).

Dia mengungkapkan, pada penyelenggaraan turnamen serupa tahun lalu. Kala itu tercatat ada 380 petenis dari berbagai kota yang bertarung. Itu artinya ada peningkatan cukup besar dari animo petenis muda di Indonesia untuk bersaing dan menambah jam terbangnya

”Bicara potensi saya lihat memang ada momen bagus. Kami harap potensi mereka bisa terus berkembang, hingga akhirnya nanti bisa berprestasi ditingkat internasional,” terangnya.

Beberapa wakil tuan rumah juga sukses memulai langkah di babak awal kejuaraan ini. Seperti di kelas KU-10 putra, Yohannes Sinlaire asal Sukoharjo sukses menang 8-6 saat melawan Aditya Resha asal Pekalongan. Sayang di kelas ini wakil Karanganyar, M Fakhri Ammar gagal menjegal Theo Putra asal Bali (1-8).

Persaingan ketat juga terjadi di KU-12 putra. Febrian Dapin (Sukoharjo) sukses mengalahkan M Marco Athallah asal Jogja 8-2. Kemenangan juga diraih andalan Wonogiri, yakni Ilham Wahyu yang menang telak 8-0 saat melawan Jesua Maechellp asal Bali. Hasil bagus juga diraih oleh M Diozaky Bagaskoro asal Solo, yang menang dari Rafael Adji asal Jogja (8-5).

(rs/NIK/fer/JPR)