Hal itu diungkapkan oleh Manajer 888 Denis, saat dijumpai di lokasi. Menurutnya, Senin lalu (11/12) pihak pengawas tempat hiburan yang menggandeng Polres Probolinggo Kota juga sudah melakukan razia. Saat itu, ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan tim pengawas. 

Nah, sampai Kamis (14/12), pihak 888 masih proses untuk melengkapi rekomendasi tersebut. Yakni penambahan sekuriti di siang hari dan pembersihan lorong tangga darurat. 

Lantaran itu, saat didatangi petugas Polsek Mayangan kembali siang harinya, manajemen 888 pun jadi bertanya-tanya. “Kemarin kan sudah dirazia, eh tiba-tiba sekarang datang dan melakukan razia lagi. Sepertinya ini cari-cari saja,” kritik Denis.

Menurut Denis, tindakan razia yang digelar dalam waktu berdekatan sangat ganjil. Sehingga, ia menganalogikan seperti “mencari-cari”. 

“Memang kalau minta uang sih tidak ada. Tapi, mereka bilang nanti malam akan melakukan razia lagi. Jika demikian, kenapa hanya disini saja?” tanyanya sebelum meninggalkan beberapa awak media yang meliput razia itu.

Sementara itu, Kapolsek Mayangan, Kompol Wiwoho saat dijumpai dilokasi menepis pernyataan manajemen 888. Menurutnya, pihaknya hanya sedang menjalankan operasi sikat yang berlangsung selama 10 hari. 

Namun perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu tak menjelaskan terhitung mulai kapan operasi sikat itu digelar. Yang jelas, razia itu sudah menjadi tugasnya untuk mengamankan wilayahnya. 

“Sasarannya (razia) yakni sajam (senjata tajam), narkoba, termasuk pelanggaran lainya. Untuk sidak atau operasi yang dilakukan oleh pihak lainnya itu bukan urusan dari Polsek Mayangan,” tambahnya. 

Saat disinggung soal razia yang hanya dilakukan di satu lokasi saja, Wiwoho mengungkapkan kebetulan saat itu hanya di satu lokasi. Namun, rencananya lokasi lain juga akan dirazia. “Nantinya kami juga akan ke PC (Pop City). Mengingat, PC juga masuk dalam wilayah kami,” ujarnya. 

(br/rpd/mie/mie/JPR)

Source link