razia kos di kediri – Radar Kediri

KEDIRI KOTA- Satu pasang kumpul kebo kembali ditemukan dalam razia kos, Rabu (6/12).  Mereka asyik berduaan di dalam rumah kos wilayah Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Ironisnya, pihak perempuan mengaku sedang hamil tiga bulan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kota Keidri Nur Khamid mengatakan, razia Rabu malam lalu dilakukan di beberapa titik. Razia dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB. “Kami kemarin merazia di tiga titik ya di wilayah tersebut, namun di rumah kos lain tak ditemukan adanya pelanggaran,” terang Nur Khamid. Sedangkan di salah satu tempat kos ditemukan muda-mudi yang berada dalam satu kamar dan dikunci pintunya.

Keduanya adalah seorang lelaki bernama Ris, 29, warga Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, dengan pasangannya Krs, 27, warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Karena tak bisa menunjukkan surat keterangan suami istri, pasangan tersebut pun diminta ikut ke Mako Satpol PP Kota Kediri. Hal ini dilakukan untuk pendataan juga pemeriksaan. “Kami tanyai apa alasan mereka dan kenapa melakukan hal tersebut,” tambah Nur Khamid.

Menurut keterangannya kepada petugas, keduanya mengaku sudah menikah siri, Krs mengaku sedang hamil usia tiga bulan. Keduanya telah tinggal bersama lebih dari setengah tahun. Namun tetap saja keduanya tak memiliki surat suami istri, sehingga petugas memanggil pihak keluarganya. “Kami serahkan kembali ke orang tua atau pihak keluarga,” terang Nur Khamid.

Malam itu juga, kakak Ris datang menjemput. Dari keterangannya ternyata keluarga lelaki tak menyetujui hubungan Ris dengan Krs. Itulah mengapa keduanya memilih hidup berdua di tempat kos.

Sebelumnya, petugas Satpol PP juga menemukan satu pasangan kumpul kebo. Bahkan hasil dari hubungan tersebut keduanya memiliki satu orang bayi berusia 1,5 bulan. Terkait hal ini petugas sangat menyayangkan adanya fenomena seperti ini. “Kami akan terus lakukan razia seperti ini, karena temuan-temuan ini jelas membuat resah masyarakat,” keluh Nur Khamid. Ia juga berharap Kota Kediri bisa bersih dari tindakan-tindakan asusila seperti yang telah terjadi sebelum-sebelumnya.

(rk/yi/die/JPR)

Source link