Realisasi Kredit Mesin Pertanian Lambat – Radar Surabaya

Penjualan mesin pertanian di Gresik terbilang lambat. Hal itu terlihat dari realisasi kredit yang disalurkan lembaga pembiayaan selama semester pertama ini.

Manager Marketing Agriculture PT Bussan Auto Finance (BAF) wilker Gresik-Lamongan, Ahmad Susanto mengatakan penyaluran kredit mesin pertanian di Gresik  lambar. Tahun lalu, pada semester satu mencapai Rp 1 miliar, namun pasa semester ini hanya Rp 750 juta.

“Tahun ini penjualan mesin pertanian sangat terasa penurunannya,” kata Susanto.

Dikatakan, plafon kredit yang diberikan kepada petani rata-rata Rp 150 juta per mesin. Penyaluran kredit mayoritas diberikan kepada petani di Gresik utara. Untuk Gresik Selatan kondisi pasar masih terus diraba.

“Petani di wilayah Gresik Selatan mayoritas membeli alat mesin pertanian secara cash. Market andalan masih Gresik Utara seperti Sidayu, Dukun, Bungah dan Ujungpangkah,” katanya.

Asisten Manager Penjualan PT Rutan, Yudi Bagus Agustin menambahkan meningkatnya biaya hidup membuat petani tidak membeli alat pertanian mahal.

“Mereka mayoritas membeli produk Tiongkok yang harganya di bawah produk Jepang,” jelasnya. Itu berdampak pada penyaluran angka kredit leasing. Apalagi, kebijakan kredit kini semakin ketat.

“Banyak petani yang menunda investasi membeli peralatan dan mesin karena kondisi ekonomi yang belum stabil di tahun 2018 ini,” jelasnya. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)