Rehab Pasar Tradisional – Radar Bromo

PAJARAKAN – Banyaknya kondisi pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo yang kurang representatif jadi perhatian pemerintah. Karena itu, tahun ini Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6,6 miliar untuk jatah rehabilitasi lima pasar tradisional.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, anggaran untuk rehabilitasi lima pasar itu berasal dari DAU (dana alokasi umum) dan DAK (dana alokasi khusus). Anggaran Rp 6,6 miliar itu dibagi untuk lima pasar yang prioritas direhabilitasi tahun ini.

Yaitu, Pasar Sumber  Rp 1,3 miliar; Pasar Lumbang Rp 2,3 miliar; Pasar Pajarakan bagian belakang Rp 1 miliar. Lalu, Pasar Banyuanyar Rp 1 miliar, dan Pasar Krucil Rp 1 miliar.

”Total anggaran untuk rehabilitasi pasar tradisional tahun ini sekitar Rp 6,6 miliar,” katan Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Tanto Walono.

Renovasi pasar tradisional, dikatakan Tanto, menjadi prioritas. Bahkan, tiap lima tahun sekali harus dilakukan renovasi pasar tradisional. Dengan harapan, pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat.

”Kalau pasar tradisionalnya kondisinya bersih, nyaman, dan bagus, tentu masyarakat tetap akan bertahan untuk memilih ke pasar tradisional,” terangnya.

Wahid Nurrahman, wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo menambahkan, sangat perlu mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi pasar tradisional. Mengingat, pusat perekonomian masyarakat sebenarnya ada di pasar. Nah, saat pasar tradisional bersih dan tertata, maka masyarakat akan banyak datang.

”Tiap tahun memang harus dialokasikan anggaran untuk rehabilitasi pasar tradisional. Supaya, satu persatu pasar tradisional itu berubah jauh lebih bagus dan bersih,” terangnya.

Source link