Relokasi Pedagang Pasar Bukir Molor – Radar Bromo

GADINGREJO – Rencana relokasi puluhan pedagang mebeler di Bukir yang menjadi korban kebakaran, rupanya molor. Sejatinya awal Desember ini, relokasi lapangan di sisi selatan los yang terbakar, dilakukan. Namun lantaran masih menunggu anggaran cair, relokasi diundur.

Meski begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, mengupayakan relokasi bisa dilakukan tahun ini. Sebab, Disperindag memang mengkhawatrkan nasib puluhan pedagang. Apalagi saat ini memasuki musim hujan.

“Kami sebenarnya ingin secepatnya. Bahkan sejauh ini pendataan dan tahapan lain, sudah dirampungkan,” beber Mualif Arif, Kepala Disperindag kota setempat.

Proses pencairan ini memakai dana tak terduga. Sehingga memang harus disiapkan detail, agar tak bermasalah di kemudian hari. Sehingga saat pedagang menempati lokasi baru, bisa semakin nyaman.

“Kalaupun nantinya molor, prosesnya juga tidak mempengaruhi. Sebab, dana tak terduga tidak berpatok pada tahun anggaran. Bisa dilakukan setiap saat,” imbuh Ayik, panggilan akrab Mualif Arif.

Di sisi lain, para pedagang berharap, proses relokasi bisa dilakukan secepatnya. Sebab, para pedagang memang membutuhkan tempat. Terlebih bagi para pedagang yang tak memiliki kios di tempat lain.

Hal itu diungkapkan Lilik Suciati, ketua paguyuban pedagang pasar mebeler Bukir. Kata Lilik, kendala utama pedagang saat ini adalah musim hujan. Sehingga berpengaruh pada produk mebeler, yang bisa saja rusak akibat terkena air hujan.

“Tentu kami menantikan proses relokasi. Tapi kami masih menunggu proses dari Pemkot Pasuruan, dalam hal ini Disperindag,” kata Lilik, panggilannya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, kios pasar mebeler Bukir, terbakar September silam. Api meludeskan sekitar 35 kios pedagang yang ada disana. Setelah terbakar, pemkot berencana memindahkan puluhan pedagang yang menjadi korban, ke lokasi baru agar mereka bisa tetap berjualan.

Source link