Resah Jalan Desa Berlubang dan Berdebu – Radar Kediri

Hingga saat ini, kondisi jalan di Dusun Bulusari Utara, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan masih terlihat rusak. Sekitar dua kilometer jalanan bergelombang dan tidak sedikit yang nampak berlubang. Kondisi ini diperparah dengan adanya ratusan dump truck yang setiap pagi melewati jalan tersebut.

Mujiono, 52, warga setempat menyampaikan keluhan yang ia rasakan selama ini. Ia berkeluh lantaran jalan yang terakhir diaspal 2013 silam belum juga diperbaiki. “Warga sudah menyampaikan keluhan ke pemerintah desa Mas, tapi hingga sekarang tetap seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan kalau setiap hari banyak dump truck yang berlalu lalang. Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari. “Pagi hari ibu-ibu merasa terganggu karena saat pergi ke masjid untuk salat subuh, truk berseliweran,” imbuhnya.

Selain itu, saat pagi hari banyak anak yang berangkat ke sekolah, dan warga yang bekerja. Kalau untuk sore hari keadaan pun juga sama. Keadaan sedikit kondusif justru pada siang hari ketika dump truck tidak banyak melakukan aktivitas melewati jalan tersebut.

Untuk diketahui, dump truck yang melintas di Desa Bulusari merupakan rangkaian kegiatan galian pasir yang ada di daerah selatan desa tersebut. Selain membawa pasir dengan jumlah yang cukup banyak, di sana dump truck juga mengangkut batu dengan tonase tinggi.

Saat siang hari, jalanan tidak disiram air, kondisi jalan sangat parah lantaran banyak debu yang mengganggu. “Di sini banyak warga yang menjemur krecek, sehingga apabila debu berterbangan sangat mengganggu aktivitas kami,”  ujar Safi’I, 40 yang sehari-hari menjual air minum isi ulang tersebut.

Ia juga menambahkan, selama ini warga hanya memiliki inisiatif untuk menguruk lubang yang cukup dalam menggunakan kerikil. Hal itu guna meminimalkan kerusakan yang ada. “Malahan dulu kami sempat punya rencana menggelar aksi tanam pohon pisang di tengah jalan Mas,” imbuhnya.

Setiap hari memang sudah ada truk yang membawa air dimulai dari pukul 8.00 WIB pagi hingga pukul 15.00 sore. Truk tersebut menyiramkan air menggunakan selang untuk mengurangi debu yang mengganggu warga.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link