Ribuan Kursi SMP Kosong, Dibuka Pendaftaran Kedua – Radar Madura

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, total pagu jenjang SMP 7.444 kursi. Namun yang sudah mendaftar baru 4.510. Masih ada sekitar 2.934 pagu PPDB SMP yang belum terpenuhi. ”Itu berdasarkan laporan dari sebagian sekolah. Untuk daerah perkotaan, pagu sudah terpenuhi semua,” ujarnya Sabtu (7/7).

Pihaknya kembali membuka pendaftaran SMP untuk mengisi kekosongan tersebut. Pendaftaran dibuka hingga aktif sekolah 16 Juli. Masih ada kesempatan bagi sekolah dan calon peserta didik untuk melakukan proses pendaftaran. ”Sekolah yang sudah memenuhi pagu tidak boleh membuka pendaftaran lagi,” terangnya.

Proses seleksi gelombang kedua masih sama. Dilakukan dengan sistem ranking. Peserta bisa terus memantau perkembangan PPDB di papan pengumuman sekolah tujuan.

Jumlah calon peserta didik PPDB jenjang SD belum diketahui. Menurut dia, akan diketahui sebulan setelah masuk aktif sekolah. Sebab terkadang ada calon siswa yang baru mendaftar saat masuk sekolah. ”Jadi menyesuaikan untuk yang SD,” jelas Bambang.

Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Haryadi menerangkan, pendaftar PPDB reguler di lembaganya sudah penuh. Sehingga tidak akan membuka pendaftaran kembali. Pagu PPDB reguler di lembaganya disediakan 192 kursi.

”Tinggal proses daftar ulang. Calon peserta didik punya kesempatan mendaftar ke sekolah yang masih membuka pendaftaran gelombang kedua,” kata ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP Bangkalan itu.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad meminta pendaftaran gelombang kedua PPDB reguler untuk SMP bisa menutupi kekurangan pagu. Sehingga sekolah-sekolah tidak kekurangan siswa. ”Pastinya banyak pendaftar sebelumnya yang menumpuk di satu sekolah. Sehingga jumlah pendaftar melebihi pagu. Sekolah yang lain ada juga yang kekurangan pendaftar,” ujarnya.

Dia menyarankan, bagi peserta didik yang tidak diterima di sekolah tertentu bisa mendaftar di sekolah lain. Sekolah di mana saja tetap sama. Bergantung niat dan usaha untuk meraih kesuksesan.

”Sekolah di tempat dengan fasilitas dan sarana yang lengkap, tapi nakal. Percuma. Sekolah di pelosok asalkan rajin dan selalu belajar, insyaallah sukses,” tukasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)