Rifan Financindo Berjangka Akusisi 2 Perusahaan – Radar Semarang

Hal tersebut disampaikan oleh Cheif Business Officer (CBO) PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya pada acara Kick Off Meeting 2018 dengan tema Break The Highest Record yang digelar di Kebun Wisata Pasir Mukti, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat-Minggu (26-28/1/2018).

Menurutnya, dua perusahaan berjangka yang diakuisisi adalah Bestprofit Futures Malang dan Solid Gold Berjangka Makassar. Pihaknya akan mengucurkan investasi sekitar Rp 15 miliar untuk melakukan ekspansi pasar pada ketiga kantor tersebut. “Masing-masing kantor cabang membutuhkan dana investasi segar sekitar Rp 5 miliar,” tuturnya kepada wartawan.

MEETING : CBO PT RFB, Teddy Prasetya bersama para kacab, Dirut BBJ S Paulus Lumintang, Direktur BBJ, Donni Raymond, di Kebun Wisata Pasir Mukti, Citeureup, Bogor, Jumat-Minggu (26-28/1/2018).
(IDA NOR LAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menurutnya, realisasi akuisisi dan pendirian kantor cabang baru tersebut pada semester I tahun 2018 ini. “Ketiga kantor cabang tersebut, menjadikan PT Rifan Financindo Berjangka memiliki 12 kantor cabang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia,” kata Teddy.

Sedangkan 9 kantor cabang yang sudah eksis adalah kantor cabang Palembang, AXA Tower Jakarta, DBS Tower Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Pekanbaru, Surabaya dan Solo.

Sementara itu, dari 9 kantor cabang PT RFB mencatat kinerja perusahaan secara nasional tumbuh positif sepanjang tahun 2017. Terbukti, pertumbuhan nasabah baru meningkat hingga 30.42 persen dari 5 kantor cabang, dibanding tahun 2016. Dari 1.627 nasabah pada 2016, meningkat menjadi 2122 nasabah.

Peningkatan terbesar disumbang dari Kantor Cabang Palembang, disusul AXA Tower Jakarta, Bandung, DBS Tower Jakarta dan Surabaya. Kendati ada 4 cabang lainnya mengalami penurunan, namun membuktikan peningkatan nilai transaksi, yakni kantor cabang Semarang, Medan, Pekanbaru dan Solo.

Sedangkan pertumbuhan volume transaksi sejak Januari hingga Desember 2017, kata Teddy, membukukan peningkatan hingga 50,51 persen dari transaksi produk bilateral SPA dan multilateral atau komoditi. Kontribusi terbesar peningkatan tersebut berasal dari transaksi komoditi yang tumbuh hingga 191,25 persen dan SPA sebesar 34,45 persen.

Dijelaskan bahwa transaksi komoditi pada tahun 2016 hanya membukukan 41,530 lot. Namun tahun 2017 meningkat 191,25 persen menjadi 120,956 lot. Sedangkan transaksi SPA pada tahun 2016 sebesar 363,984 lot, pada 2017 meningkat 34,45 persen menjadi 489,370 lot.

“Jika ditotal antara produk SPA dan Komoditi, jumlah transaksi tahun 2016 sebesar 405,514 lot, meningkat 50,51 persen pada tahun 2017 menjadi 610,326 lot yang terdiri atas 489,370 lot transaksi SPA dan 120,956 lot produk komoditi,” jelasnya. (ida)

(sm/ida/ida/JPR)