Dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang Kirana Agung KPU Lumajang awal pekan kemarin dimulai pukul 10.00 sampai sekitar dua jam. KPU memang mengundang semua paslon. Namun, tidak semua hadir. Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, paslon nomor urut 2, As’at–Thoriq Alkatiri hadir lebih awal. Kehadirannya tidak sendirian tapi didampingi tim kampanye dan LO-nya.

Berikutnya disusul paslon nomor urut 1 Thoriqul Haq – Hj Indah Amperawati datang  bersama dengan tim kampanye dan LO-nya juga. Baru pada sekitar 20 menit kemudian, disusul paslon nomor 3. Cuma bukan Rofik–Nurul Huda, melainkan hanya dihadiri cawabupnya, Ir Nurul Huda.

SIAP DIGANDAKAN: Pasangan Calon menunjukkan approval surat suara yang telah disetujui bersama panwaskab dan KPU. Dengan disetujuinya approval ini, maka tinggal dilakukan penggandaan
(HAFID ASNAN/RAME)

Yusuf Adi Pamungkas ST, Divisi Keuangan dan Logistik KPU Lumajang menjelaskan ketidakhadiran Rofik sudah dikonfirmasi. “Rofik sementara tidak hadir. Karena dikonfirmasi ada berita duka anggota parpolnya. Ada yang meninggal dunia. Tapi cawabupnya, Nurul Huda, hadir didampingi LO dan timnya,” katanya.

Kehadiran mereka ke kantor KPU memang diundang. Tujuannya untuk memberikan persetujuan terkait dengan desain dan atau tampilan fisik surat suara yang nanti digunakan pada coblosan 27 Juni 2018.  Hal ini dilakukan KPU untuk menghindari komplain. “Terpenting. Sebagai salah satu dasar melakukan penggandaan surat suara. Supaya ke depan tidak ada perubahan lagi. Kalau tidak ada, khawatir dengan kejadian di daerah lain. Setelah digandakan minta perubahan,” katanya.

Alasan diubahnya seperti di daerah lain sederhana. Yang awalnya berpeci, kemudian diubah tidak berpeci. Itu berpengaruh pada penggunaan anggaran yang tidak tepat guna. “Makanya kita pastikan dulu sebelum dicetak,” kata Yusuf. Sekaligus agenda itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan tim LO terkait permintaan desain dan foto paslon. Yang kemudian dikonsultasikan ke KPU RI untuk mendapatkan aplikasi atau masternya. Dan dari situlah KPU RI mengimbau untuk segera dimintakan persetujuan approval. Semua paslon teken, lengkap bersama KPU dan panwaskab yang dituangkan dalam berita acara.

Untuk Rofik, memang tidak ada teken di dalamnya. Tapi sudah dikonfirmasi cukup mewakilkan pada Nurul Huda. Apakah tidak ada masalah? Yusuf menjelaskan, prinsipnya ketika approval dilakukan, paslon maka sudah dikatakan sah meskipun dihadiri cawabup. Walaupun keduanya tidak bisa hadir, bisa diwakili ketua tim. “Dengan syarat ada surat mandat. Ketua tim itu boleh, tapi syaratnya itu harus ada surat mandat,” katanya.

Setelah dikonfirmasi terbuka dan dipastikan tidak ada masalah, maka KPU dan panwaskab turut melakukan pengisian tanda tangan berita acara yang diteken semua komisioner, semua paslon, dan ketua panwas. Khusus ketua KPU memang tidak hadir karena sedang dinas luar. 

(jr/fid/ram/das/JPR)

Source link