KEDIRI KOTA- Pemerintah Kota Kediri terus kebut pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Sungai Brantas. Pasalnya, hingga pertengahan Januari ini progress pembangunannya masih mencapai sekitar 90 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri Sunyata mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan pembaharuan kontrak kerja dengan rekanan. Sehingga ada toleransi masa kerja hingga 50 hari pasca kontrak habis. “Detailnya saya belum mengecek langsung. Sepertinya kurang sedikit,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Menurut Sunyata, perpanjangan kontrak sudah dilakukan akhir Desember 2017 lalu. Sehingga batas akhir pengerjaannya ditargetkan selesai maksimal 50 hari usai perpanjangan kontrak atau sekitar pertengahan Februari.

Kendati demikian, rekanan proyek tersebut, yakni PT Inti Artha Nusantara menjanjikan bisa selesai sebelum batas akhir kontrak. Rekanan tidak ingin pengerjaan molor dan membayar denda.

Lantas berapa denda yang dikenakan? Sunyata menyebut jika sesuai dengan aturan maka nilai dendanya adalah seperseribu dari nilai kontrak sebelum dipotong pajak. Denda itu akan dikenakan per hari, sehingga diperkirakan rekanan akan kena denda sebesar lima persen. “Besaran pastinya nanti dilihat seberapa lama pihak rekanan bisa menyelesaikannya,” sambung pria yang juga menjabat sebagai sekretaris DPU Kota Kediri itu.

Pantauan wartawan koran ini, para pekerja masih tampak terus menyelesaikan proyek. Terutama untuk area BMX dan skateboard. Nantinya luasan total RTH di tepi Sungai Brantas dibangun sepanjang 700 meter. Mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan, pembangunan dibuat bertahap. Untuk tahap awal tahun ini, DPU merencanakan untuk membangun dulu areal sepanjang 200 meter. “Ini masih ada waktu dua minggu. Cukup lama untuk penyelesaian RTH,” tegas Sunyata.

(rk/dna/die/JPR)

Source link