Ruang VVIP Bandara Jadi Terminal Internasional – Radar Banyuwangi

BLIMBINGSARI – Rencana pemerintah menjadikan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional, sebentar lagi akan terwujud. Siang kemarin (13/6), Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Direktur Utama/CEO PT Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin, dan Bupati Abdullah Azwar Anas melakukan pemantapan.

Awaluddin menyebutkan, infrastruktur Bandara Banyuwangi seperti run way, apron saat ini sedang dilakukan peningkatan. Saat ini panjang run way 2.250 meter tapi yang digunakan baru sekitar 1.800 meter. Dan akan ditambah 250 meter sehingga  menjadi 2.500 meter.

Secara mendasar, kata Awaluddin, perbedaan bandara internasional dan domestik terletak pada layanan keimigrasian, bea cukai, karantina, dan kesehatan bandara. PT Angkasa Pura 2 saat ini tengah mengupayakan supaya cita-cita menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara internasional bisa segera terwujud.

Namun, karena wilayah kewenangan mengubah status tersebut bukan kewenangan PT Angkasa Pura 2 dan pemerintah daerah, maka pihaknya akan segara mengupayakan dengan melibatkan kementerian terkait. ”Kami akan kirim surat ke Kementerian Perhubungan untuk mendapat dukungan,” terangnya.

Awaluddin juga menyebutkan, komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi penggunaan gedung VIP sebagai  terminal internasional sementara. Sementara pemenuhan peralatan akan disiapkan PT Angkasa Pura 2. Sedangkan operator menyesuaikan pihak terkait seperti bea cukai, imigrasi, atau kesehatan. ”Nanti fasilitas itu disediakan PT Angkasa Pura 2, gedung VIP Bandara Banyuwangi akan digunakan sebagai terminal internasional sambil menunggu perluasan terminal,” katanya.

Pada awal September, perpanjangan run way dan perluasan apron ditarget selesai dan sudah bisa digunakan. ”Target kita, minggu pertama September sudah beres,” ungkap mantan GM PT Telkom Jember itu.

Menpar Arief Yahya mengaku sudah menerima laporan progres peningkatan kapasitas Bandara Banyuwangi  menjadi bandara internasional. ”Laporan Pak Awaluddin, September infrastruktur sudah siap dan akan international airport,” terangnya.

Sebelum bandara tersebut bisa dioperasikan secara komersial dengan maskapai besar. Dia mengharapkan penerbangan internasional bisa diawali dengan pesawat-pesawat carter.

Jika Pemkab Banyuwangi bisa mengondisikan pemberangkatan umrah dari enam kabupaten tetangga, maka realisasi menjadi bandara internasional akan lebih cepat. ”Kita harapkan 2019, mulai ada carter flight untuk keberangkatan jamaah umrah dari Banyuwangi,” jelasnya.

Di samping potensi jamaah umrah yang cukup besar, kunjungan wisata juga akan meningkat tajam. Jika satu daerah memiliki bandara internasional, angka kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat pesat.”Paling kecil 500 ribu per tahun untuk setiap daerah yang ada international airport. Jumlah wisata akan terus meningkat tajam,” katanya.

Mengingat potensi wisata di Banyuwangi kini pesat dan akses menuju kawasan wisata Bali Barat lebih mudah ditempuh dengan penerbangan dari Banyuwangi. ”Karena lebih dekat. Dari sini ke Bali barat bisa ditempuh  30  menit memakai speedboat,” pungkasnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik ide ini. Dia  menegaskan, pemerintah daerah akan mendukung penuh rencana pengembangan bandara. Termasuk penggunaan fasilitas pemerintah daerah. ”Kapan pun PT Angkasa Pura 2 menggunakan fasilitas milik Pemkab Banyuwangi, kita siap memberikan. Termasuk perluasan parkir,” terangnya.

 Bahkan, Anas memastikan rencana itu bisa dimulai saat ini juga. Secara tegas dia juga mempersilakan fasilitas ruang VIP untuk dijadikan terminal sementara. ”Sejak minggu ini angkasa pura 2 siap mendesain dalam optimalisasi ruang VIP untuk terminal internasional,” terangnya.

Anas juga menegaskan, pembangunan ini nantinya tetap mengacu idealisme pemerintah Banyuwangi dalam bentuk green airport. ”Kita akan konsisten green airport, saya senang AP punya komitmen tinggi,” pungkasnya. (sli/afi)

(bw/sli/ics/JPR)

Source link