Rumah Pembuat Miras Ilegal di Pandaan Digerebek, Amankan Ratusan Liter – Radar Bromo

KOLAM PENYULINGAN: Polisi melakukan olah TKP di salah satu ruangan rumah milik MG di Plumbon, Jumat (29/12) sore.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PANDAAN – Sebuah rumah di RT 6 RW 6 Lingkungan Plumbon, Kelurahan/Kecamatan Pandaan terpaksa diamankan polisi. Ini lantaran rumah berukuran 9×20 meter itu memproduksi minuman keras (miras) ilegal jenis arak. Sedikitnya ratusan liter miras siap edar berhasil diamankan.

Rumah itu diketahui milik MG. Sejatinya, rumah tersebut sudah digerebek polisi Rabu (27/12) lalu oleh Polres Pasuruan. Jumat sore polisi menggelar olah TKP sekaligus mengamankan barang bukti.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, rumah tersebut nampak kosong saat polisi menggelar olah TKP. Posisi rumah memanjang ke belakang. Dalam olah TKP yang dipantau langsung Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono, rumah dalam kondisi sepi. Tak ada satu penghuni pun yang terlihat.

Tempat produksi miras sendiri, berada di lompongan (sisi bagian kecil, Red) rumah. Adapun di lompongan itu, hanya bisa diakses melalui pintu kecil berukuran setengah meter. Bahkan hanya bisa dilalui satu orang.

Nah, di bagian belakang rumah di sebelah dapur itulah miras ilegal diproduksi. Tepatnya di dua ruangan yang hanya disekat dinding. Ruang pertama merupakan tempat penyimpanan. Disana polisi mengamankan gentong dan jeriken. Disana pula polisi juga menemukan 4 galon yang sudah siap di edarkan.

POLICE LINE: Tampak depan rumah MG yang sudah dipasang garis polisi. Di dalam rumah inilah MG memproduksi minuman keras ilegal.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara di ruangan kedua, ada sejumlah alat yang digunakan untuk membuat. Bahkan ada bak berukuran besar, yang dipastikan untuk membuat fermentasi miras. DI ruangan itu, bau alkohol sangat menyengat. bau itu merupakan hasil dari fermentasi tape. Ya, miras ilegal itu memang dibuat dari bahan baku tape. Produksi miras ilegal ini juga jauh dari kesan higienis. Betapa tidak, ruangan yang digunakan untuk membuat, sangat kotor. 

Setelah melakukan olah TKP, polisi membawa sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan. Diantaranya 4 galon berisi miras, 23 jeriken kosong, tape yang sudah matang, tabung elpiji 3 kilogram yang digunakan untuk memasak. “Untuk sementara rumah kami pasang garis polisi. Ini untuk kepentingan penyidikan,” beber AKP Nanang Sugiono, Kasatreskoba Polres Pasuruan, yang saat itu juga ikut ke lokasi.

Selama olah TKP digelar, warga sekitar ikut menyaksikan dari luar. Warga pun terkejut, karena mereka tidak menyangka, rumah digunakan untuk memproduksi miras ilegal.

“Selama ini penghuninya jarang berinteraksi. Tidak srawung (bersosialisasi, Red) dengan tetangga,” beber wsalah satu warga yang ditemui di lokasi kejadian.

Setelah mengamankan barang bukti, Kapolres langsung menggelar rilis di lokasi. Menurut Kapolres, sejauh ini polisi masih melakukan pencarian terhadap MG. “Dia (MG) kami tetapkan sebagai DPO. Kasus ini masih dalam penyidikan kami. Doakan kami bisa segera menangkapnya,” terang Raydian Kokrosono.

Dari kondisi tempat produksi, miras ilegal yang biasa disebut arak Jowo ini, masuk kategori home industri. Ini terlihat karena di lokasi, juga ditemukan sejumlah botol air mineral. Botol inilah yang diduga menjadi kemasan miras ilegal, untuk dijual ke konsumen.

(br/fun/ube/fun/JPR)

Source link