Rumah Pintar dan Rumah Inovasi Cerdas  – Radar Bojonegoro

Warga Desa Bobol Kecamatan Sekar, Tutik Ariani mengaku, sangat bahagia dengan inovasi dan ide-ide tersebut. Sebab kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi masalah besar di masyarakat saat ini. Dengan adanya rumah cerdas tersebut, setidaknya ibu rumah tangga lebih merasa aman dalam membina rumah tangga. Selain itu juga bisa mendapat pencerahan. Sehingga ibu rumah tangga dan anak merasa dilindungi. “Setidaknya bisa paham dan merasa terlindungi,” ungkapnya. 

Sekolah ramah anak dan rumah inovasi juga terintegrasi dengan tiga layanan sekaligus. Yakni rumah pintar, TBM dan perpustakaan desa. Untuk kegiatan berperspektif gender dan anak di bidang pendidikan, beberapa program sudah digalakkan. Diantaranya, Gerakan Ayo Sekolah (GAS), Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan bagi pelajar SMA sederajat sebesar Rp 2 juta per anak per tahun, Adiwiyata mandiri, edukasi agroguna, hingga pelatihan difabel.

Sementara itu, warga Kota Bojonegoro, Rina mengatakan, bidang kesehatan juga tidak kalah dengan bidang pendidikan. Sejumlah inovasi di bidang kesehatan juga banyak dilakukan. Diantaranya, Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), Kartu Posyandu Sehat (KPS), Poskestren, Sapa Keluarga Dengan Kasih (Sagasih), Kabupaten Welas Asih dan Puskesmas Ramah Anak. Karena itu, menurut Rina, jika Bojonegoro pernah menjadi kabupaten layak anak tentu sangat wajar. “Bojonegoro mendapat penghargaan dari Presiden sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama pada 2015 lalu,” pungkas dia

(bj/zky/faa/JPR)

Source link