Rumuskan Sistem Penjurian Penghargaan Berbasis Kompetisi – Radar Madura

           Rapat yang digelar di aula Hotel Camplong tersebut membahas sistem penjurian dalam penghargaan berbasis kompetisi untuk empat kategori. Yakni, organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan paling menonjol bidang pelayanan publik. Kemudian, BUMD leader dan BUMDes paling bergeliat.

         Koordinator Penjurian Madura Awards 2017 Mohtazul Farid menyatakan, penilaian dewan juri akan dilakukan dengan dua cara. Pertama, penilaian faktual dan penilaian presentasi. ”Dua penilaian itu bakal sangat menentukan siapa lembaga pemerintahan yang memenuhi kriteria dan layak menjadi pemenang,” ucapnya.

          Para dewan juri di empat kabupaten akan menelusuri lebih jauh lembaga pemerintahan di setiap daerah. Dari hasil penelusuran itu, para dewan juri bakal memberikan penilaian faktual. ”Mulai besok (hari ini, Red), para dewan juri akan langsung bergerak untuk melakukan penilaian faktual,” jelasnya.

          Setelah itu, dari empat kabupaten akan diambil satu lembaga. Mereka akan diundang untuk presentasi dan memilih yang terbaik tingkat Madura. ”Penilaian presentasi kepada lembaga pemerintahan akan kami laksanakan Jumat, 15 Desember, di Hotel Camplong,” jelasnya.

          Kepala Event Jawa Pos Radar Madura Moh. Sugianto menambahkan, yang menjadi tolok ukur penilaian antara lain, jumlah inovasi dan pelayanan publik. ”Penilaian berdasar pada orisinalitas inovasi dan pelayanan publik yang dilakukan lembaga pemerintah selama ini. Selain itu, seberapa luas cakupan dan dampak positifnya bagi masyarakat,” tukasnya.

          Sugianto berharap, penghargaan terhadap lembaga pemerintahan bisa membuat lembaga pemerintahan di Madura konsisten berinovasi. Juga memberikan pelayanan publik yang baik dan menggerakkan ekonomi masyarakat. ”Semoga penghargaan ini nanti membawa hasil yang baik,” harapnya.

(mr/ghi/han/bas/JPR)