Rute BWI Paling Steril, 2.545 Personel Amankan Tour de Indonesia – Radar Banyuwangi

JawaPos.com – Banyuwangi sukses melaksanakan pengamanan jalur selama berlangsungnya perhelatan balap sepeda Tour de Indonesia kemarin (27/1). Rute balapan yang masuk wilayah Bumi Blambangan dari Gunung Kumitir hingga finis di Taman Blambangan dinyatakan paling steril.

Untuk membuat rute balapan menjadi steril dari kendaraan dan warga yang melintas, Polres Banyuwangi mengerahkan dua pertiga kekuatan personelnya. Selain itu, ada juga petugas gabungan lintas instansi yang dikerahkan untuk pengamanan rute etape III Tour de Indonesia. Total petugas yang diturunkan mencapai 2.545 personel.

Para petugas tersebut merupakan petugas gabungan dari kepolisian, TNI AD, TNI AL, Dinas Perhubungan, Satpol Polisi Pamong Praja, Satuan Linmas, dan Sentra Komunikasi (Senkom). Mereka disiagakan di sejumlah titik pengamanan selama berlangsungnya acara Tour de Indonesia 2018 tersebut.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengakui, sepanjang jalur pengamanan di Banyuwangi adalah rute paling steril. Itu berkat kekompakan seluruh personel pengamanan. Tidak hanya kepolisian, melainkan juga peran petugas dari unsur TNI AD, TNI AL, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Satuan Linmas, serta instansi samping lainnya. ”Banyuwangi sudah punya pengalaman pengamanan jalur Internasional Tour de Banyuwangi Ijen. Jadi sudah tidak bingung lagi,” ujarnya.

Seperti pada penyelenggaraan ITdBI, pelaksanaan pengamanan sudah mendapatkan nilai excellent. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sepanjang rute Tour de Indonesia, Banyuwangi dinilai sebagai jalur yang paling steril.

Selama pengamanan jalur Tour de Indonesia, pihak kepolisian sudah mengantisipasi dengan memasang spanduk imbauan, serta sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat. Pihaknya juga telah menyusun rencana pengamanan (renpam) sejumlah titik dengan pelibatan personel gabungan.

Dalam pengamanan, pihaknya menyiagakan personel di masing-masing ruas jalan dan titik yang sudah dipantau sebelumnya. Pada H-3 sampai H-1 pelaksanaan, jalur yang akan dilalui peserta juga kembali dikroscek survei, dan cek kondisi jalan. ”Jika ada pasir, langsung disapu agar tidak membahayakan pembalap dan antisipasi lain agar para pembalap betul-betul aman dan nyaman dalam melakukan balapan,” terangnya.

Agar pelaksanaan pengamanan tersebut berjalan lancar, dalam setiap kecamatan dia juga menunjuk perwira pengendali (padal) yang bertugas melakukan pengendalian mulai pengamanan jalur, dan lainnya selama berlangsungnya balapan. ”Kami berterima kasih atas dukungan, kesadaran dan kerja sama semua pihak. Terutama masyarakat Banyuwangi untuk bersama-sama menyukseskan event berskala internasional ini,” tandasnya.

Source link