Seperti biasa Madura FC menjalani latihan setiap sore. Itu terlihat di Stadion Achmad Yani, Sumenep, Jumat sore (25/5). Tujuan latihan itu agar tetap menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.

Sejumlah menu latihan dilahap seluruh pemain. Terutama dalam berlatih taktik. Pelatih Madura FC Salahuddin kerap memberikan instruksi kepada pemain untuk melakukan sprint.

SEMANGAT: Gufroni Al-Ma’ruf menunggu buka puasa dengan memancing.
(GUFRONI ALMA’RUF FOR Radar Madura/JawaPos.com)

Seperti yang biasa dia terapkan dalam pertandingan. Serangan sayap cepat menjadi andalan Madura FC untuk mengurung pertahanan lawan. Salah satu pemain yang bertugas sebagai sprinter adalah Gufroni Al-Ma’ruf.

Pesepak bola 20 tahun tersebut memang kerap merepotkan pertahanan lawan karena memiliki kecepatan dalam berlari. Bahkan saat berlatih, Gufroni terlihat paling semangat di antara pemain lain. Padahal dia juga menjalani puasa seperti pemain lain.

Usai berlatih, Roni mengaku sudah biasa berlatih meski dalam keadaan berpuasa. ”Sudah sejak kecil. Memang saya selalu latihan meskipun puasa,” ungkap pemain asal Malang tersebut.

Maklum, Roni merasa tak enak badan jika tak berkeringat dalam sehari. ”Kalau masuk ke lapangan, saya seperti lupa kalau lagi puasa. Yang penting main bola,” tutur Roni sembari tertawa.

Sejak 2012, Roni memang sudah menjalani karir sebagai pesepak bola. Saat itu dia masih tergabung dalam Arema U-21. Setelah itu dia malang melintang di sejumlah klub lain.

Seperti Persema Malang, Persegres Gresik United U-21, Persegres Gresik United (senior), dan kini bersama Madura FC. Ini memang menjadi pengalaman pertama berpuasa di Madura.

Berpuasa jauh dari keluarga tercinta yang berada di Malang membuat rasa kangen. Terlebih, saat pengoleksi lovebird itu berbuka puasa dan santap sahur.

Menelepon atau video call jadi andalan Roni untuk mengobati rasa rindu dengan kampung halaman. ”Kalau sedang berbuka atau sahur, saya sempatkan telepon. Sekadar tanya lauk,” sambung Roni sambil tertawa lepas.

Roni bercerita selama libur latihan awal puasa menghabiskan waktu di rumah. Sebelum berbuka puasa, Roni bersama keluarga dan teman-teman selalu pergi memancing di salah satu sungai dekat rumahnya.

”Sore jam empat biasanya langsung mancing. Hasil mancing bisa langsung jadi lauk buat buka puasa,” ungkap Roni. Hobi memancing itu juga yang menjadi pemantik rasa kangen Roni dengan kampung halaman.

(mr/dam/luq/bas/JPR)