Sah, Ada 1.325 Janda-Duda Baru – Radar Jember

Hingga Juni 2018, sudah sebanyak 1.367 perkara perceraian yang masuk ke PA Lumajang. Dari jumlah itu, 1.325 di antaranya sudah mendapatkan putusan atau pengabulan dari PA. Sementara, 42 sisanya masih proses persidangan. Setiap bulan, jumlah perkara cerai yang masuk ke PA Lumajang hampir selalu di atas angka 200. Sejauh ini, sejak awal 2018, perkara perceraian tertinggi terjadi pada Januari. 

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Lumajang Teguh Santoso menyebut, hingga akhir Januari pihaknya mendata ada 374 perkara perceraian yang masuk. Jumlah tertinggi kedua terjadi pada bulan Maret. Hingga akhir Maret, tercatat ada 265 perkara perceraian yang diterima PA Lumajang. Untuk bulan Juni, hingga 10 Juni kemarin sudah ada 40 gugatan yang masuk.

Ternyata, pihak perempuanlah yang lebih sering mengajukan gugatan kepada pasangan lelakinya. Hingga pertengahan 2018 di bulan Juni, gugatan dari pihak perempuan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan gugatan yang diajukan kelompok laki-laki. 

Menurut Teguh, dari total 1.367 perkara yang masuk hingga awal Juni, 967 perkara masuk kategori cerai gugat. Cerai gugat adalah pengajuan perkara perceraian yang diajukan istri. Sementara, 400 sisanya merupakan cerai talak yang diajukan suami. 

Dominasi gugatan istri terhadap suami ini selalu terjadi setiap bulan. Sepanjang bulan Mei, dari 205 perkara yang masuk, 138 di antaranya merupakan cerai gugat dan 67 lainnya merupakan cerai talak. Selain pada bulan Mei, rasio cerai gugat dan cerai talak yang tinggi terjadi pada Januari. Pada awal tahun ini, perbandingan antara cerai gugat dan cerai talaknya adalah 281 : 93.

Faktor ekonomi rumah tangga menjadi salah satu penyebab tingginya cerai gugat ketimbang cerai talak. Teguh mengaku, sebagian besar kasus perceraian yang dia tangani disebabkan pihak istri tidak puas dengan nafkah yang diberikan suami. Juga suami tidak bisa memberi nafkah kepada istrinya. 

(jr/was/das/JPR)

Source link