Padahal saat ini sudah waktunya mengikuti ujian di sekolahnya. Akhirnya dirinya  menghubungi pihak pondok untuk menjelaskan situasi dan kondisi di Pulau Bawean.

Selain santri, juga banyak warga luar negeri yang berlibur juga terlambat sampai hangus tiket pesawat terbang. “Umumnya warga Malaysia dan Singapura yang tujuannya berkunjung untuk berlibur akhirnya tertahan di Pulau Bawean,”jelas Achsan.

Sementara kiriman paket JNE menurut Baksin sudah puluhan karung yang tertahan di Gresik. “Banyak penerima kiriman selalu bertanya-tanya sehubungan tidak ada kapal yang berangkat dari Pelabuhan Gresik,”paparnya.

Rencananya Kapal Express Bahari 8E akan berangkat dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, hari kamis (18/1) berangkat PP. Reven Putra Kepala Cabang PT Pelayaran SIM Gresik membenarkan kapal berangkat PP. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)