Satgas Pangan Pantau Ayam, Maksimal Rp 32 Ribu – Radar Kediri

KEDIRI –  Pasca-Lebaran, tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri terus memantau harga daging ayam agar tidak melonjak tinggi. Setidaknya sesuai dengan aturan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yaitu sebesar Rp 32 ribu.

Hal ini diungkapkan anggota tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri Didi Eko Cahjono. “Saat ini kami akan terus memantau. Mulai suplai maupun distribusi sampai ke pedagang,” jelasnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di Disperindag Kabupaten Kediri.

Didi juga mengatakan bila timnya selalu memantau hingga memperbarui harga bahan pangan di pasaran melalui situs website yang disediakan. Terkait stok daging ayam diakui Didi cenderung aman dan stabil, mengingat permintaan konsumen yang cenderung meningkat sebelum hingga sesudah lebaran.

“Sampai saat ini stabil. Tapi kalau tidak (stabil), biasanya dicek lagi suplainya dan distribusinya bagaimana,” tutur Didi. Hanya saja, diingatkan Didi, kalau dari aturan Kementerian Perdagangan, harga ayam tertinggi Rp 32 ribu per kilogram. Kalau ternyata ditemui harga di pasaran melebihi angka tersebut, maka akan dilakukan sidak ke pasaran.

Mengenai adanya kekhawatiran tim satgas pangan adalah penimbunan barang hingga tersendatnya distribusi yang berdampak pada harga di pasaran.

Terkait perubahan harga daging ayam, salah satu pedagang ayam di Pasar Pare mengungkapkan bila stok daging ayam juga dipengaruhi oleh pabrik pemotongan ayam yang terkadang tidak panen ayam dari kandang. “Pokoknya kalau harga berubah, pasti terkait stok, kalau naik pas lebaran. Ya jelas tradisi,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bila lebih baik harga naik tapi laku saat lebaran, daripada harga murah namun tidak laku.

Hal serupa diakui pedagang lainnya Murnanto. Bila ia tetap membeli walaupun kondisi mahal. “Karena kita butuh daging yang segar pas lebaran. Daripada nimbun dan basi di kulkas,” pungkasnya.

(rk/die/die/JPR)

Source link