Satpam Mangkal di Warkop, Pos Mubazir – Radar Madura

Solihatin, 46, pedagang buah menuturkan, keberadaan pos terkesan mubazir karena tidak pernah dimanfaatkan. Petugas lebih memilih diam di tangga dan warung kopi di dalam pasar. ”Setiap hari semua pos jaga terlihat kosong meskipun pada saat hari pasaran. Tidak ada satu pun satpam yang berjaga di pos,” ucapnya.

Warga Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, itu meminta agar satpam menempati fasilitas tersebut untuk menjaga keamanan. Selama ini jaminan keamanan di pasar minim, pengunjung dan pedagang kerap menjadi korban pencopetan dan pencurian. ”Selain harus aktif melakukan sweeping ke dalam pasar, petugas harus selalu stand by di pos jaga,” katanya.

Kepala UPT Pasar Srimangunan Sampang Misnaki Suroso tidak menampik jika selama ini pos tersebut tidak pernah ditempati petugas. Pihaknya mengaku sudah sering menegur dan meminta agar setiap hari ada personel di pos. ”Petugas tetap mokong dan tidak mau menempati pos,” katanya.

Jumlah petugas satpam di Pasar Srimangunan sekitar 20 orang. Setiap hari kerja sif-sifan. Ada yang berjaga di dalam pasar dan di luar. ”Perlu ada pelatihan khusus untuk petugas satpam pasar. Meliputi latihan fisik, mental, dan emosional agar mereka lebih tahu dan paham akan tugas dan kewajibannya sebagai petugas keamanan,” pungkasnya.

(mr/nal/luq/bas/JPR)